JAKARTA, BN NASIONAL – Pertamina East Natuna, anak usaha hulu migas Pertamina, tengah mengakselerasi eksplorasi migas di Laut Natuna Utara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan energi dengan menambah cadangan migas domestik.
Dengan luas wilayah kerja mencapai 10.484 km² dan kedalaman laut 130–150 meter, eksplorasi ini dikelola oleh Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina. Kontrak bagi hasil antara Pertamina East Natuna dan SKK Migas berlaku sejak Juni 2023 selama 30 tahun ke depan, dengan Pertamina sebagai operator tunggal.
Langkah eksplorasi ini bertujuan untuk memverifikasi dan memvalidasi potensi sumber daya yang teridentifikasi.
“Angka potensi sumber daya ini perlu dilakukan validasi lebih lanjut melalui akuisisi data seismik 3D dengan luasan 1.166 km², guna mendukung pencarian sumber daya migas baru di Laut Natuna Utara,” ujar VP Exploration Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina Indra Yuliandri dalam keterangannya, Kamis (13/3/2025).
Sejumlah milestone eksplorasi telah tercapai, termasuk penyelesaian program lebih cepat dari rencana dengan efisiensi biaya, nihil kecelakaan, serta kualitas data yang optimal. Pertamina juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Daerah Natuna guna memastikan sinergi dalam pengembangan proyek ini.
Saat ini, persiapan pengeboran eksplorasi sedang dimatangkan, dengan rencana pengeboran pada tahun 2026. Mengandalkan teknologi eksplorasi mutakhir, Pertamina optimistis dapat memaksimalkan potensi sumber daya di wilayah perbatasan ini.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina dalam meningkatkan investasi di sektor hulu.
“Pertamina komitmen meningkatkan bisnis eksisting untuk mendukung target Pemerintah mencapai swasembada energi sekaligus mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.





