Pertamina NRE Genjot Energi Hijau, Geothermal hingga Flare Gas Jadi Andalan

JAKARTA, BN NASIONAL – Pertamina New Renewable Energy (NRE) semakin agresif dalam mengembangkan energi hijau sebagai bagian dari transisi energi nasional. Dari pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) hingga optimalisasi gas suar (flare gas), perusahaan berkomitmen mempercepat proyek energi bersih dengan menggandeng berbagai mitra strategis di dalam dan luar negeri.

“Angin sampai Nuklir kita jajaki, berbagai potensi energi bersih kita gali. Selagi satu visi, potensi kerja sama tentu akan kita lakukan,” kata Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam media briefing yang digelar di Jakarta, Senin (10/3/2025)

Dalam kesempatan itu, John menyampaikan pencapaian operasional Pertamina NRE sepanjang 2024, termasuk kinerja positif tanpa insiden fatal. Ia juga memaparkan proyek strategis perusahaan yang menjadi fokus utama dalam mempercepat pengembangan energi hijau di Indonesia.

Baca juga  Trailer Baru Echoes of Wisdom Memadukan Zelda Klasik dan Breath of the Wild dengan Cemerlang

Salah satu inisiatif utama yang akan dikembangkan adalah ekspansi energi panas bumi di Lumut Balai (Sumatera Selatan), Lampung, dan Sulawesi Utara. Melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), perusahaan berambisi memperluas pemanfaatan geothermal sebagai solusi energi bersih yang berkelanjutan.

Jhon menyebut, pemanfaatan geothermal dapat menjadi solusi jangka panjang dalam penyediaan energi bersih bagi Tanah Air.

“Pengembangan energi panas bumi menjadi prioritas utama kami karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor ini,” ujar Jhon.

Selain geothermal, Pertamina NRE juga akan menggarap proyek Flare Gas to Power bersama PT Kilang Pertamina Internasional. Proyek ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan gas suar dari kilang untuk dikonversi menjadi listrik, yang kemudian dapat digunakan untuk operasional kilang maupun kebutuhan lainnya.

John menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

Baca juga  Cara Menonton Grand Prix Jepang F1 Langsung Di Saluran Gratis

“Kami ingin memastikan bahwa setiap sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan optimal, sehingga tidak ada energi yang terbuang sia-sia,” ujarnya.

Mendukung target Net Zero Emission 2060, Pertamina NRE juga terus mengembangkan perdagangan karbon. Setelah menginisiasi perdagangan karbon pada 2023, perusahaan kini berupaya mengoptimalkan pemanfaatan kredit karbon dari berbagai proyek energi terbarukan, termasuk geothermal, solar PV, dan biomassa.

Dengan skema ini, Pertamina NRE dapat menjual kredit karbon kepada perusahaan yang membutuhkan kompensasi atas emisi mereka, sekaligus mendorong investasi di sektor energi hijau.

“Kami ingin berkontribusi dalam pengurangan emisi dengan memanfaatkan potensi besar Indonesia dalam energi bersih serta memastikan ekosistem perdagangan karbon yang transparan dan berkelanjutan,” jelas John.

Dengan berbagai proyek dan inisiatif ini, Pertamina NRE terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan. Keberhasilan dalam menjaga keselamatan kerja serta peningkatan produksi listrik menjadi indikator positif bagi keberlanjutan perusahaan ke depan. Dengan langkah-langkah strategis yang telah direncanakan, Pertamina NRE optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan energi hijau di Indonesia.

Baca juga  Openai akan benar -benar membeli Chrome dari Google, kalau -kalau ada yang bertanya -tanya