PLN IP dan NuScale Selesaikan Studi PLTN April 2024 di Kalbar

JAKARTA, BN NASIONAL

PLN Indonesia Power (IP) dan NuScale Power OVS berkolaborasi. Mereka menyelesaikan studi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menggunakan teknologi Small Modular Reactor (SMR). Lokasinya berada di Kalimantan Barat pada April 2024.

Kemitraan ini merupakan langkah strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Tujuannya mengembangkan program energi bersih, d idukung oleh US Trade and Development Agency (USTDA). Ini yang memberikan hibah untuk mengevaluasi aspek teknis dan ekonomi proyek.

“Dengan NuScale, kami menyelesaikan kajian ekonomi pembangunan PLTN dengan teknologi SMR. D iharapkan selesai sekitar bulan April 2024. Ini dengan kapasitas sekitar 200 MW,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP, Bernadus Sudarmanta, Selasa (30/01/2024).

PLN Indonesia Power memilih NuScale Power OVS, LLC (NuScale) berbasis di Oregon sebagai mitra dalam proyek ini. Dengan melibatkan anak perusahaan Fluor Corporation di Texas dan JGC Corporation di Jepang, untuk memanfaatkan teknologi SMR NuScale dalam proyek 462 MW.

Baca juga  Penyerap Karbon Alami Terbesar di Bumi Menjadi Tidak Seimbang, dan Para Ilmuwan Khawatir

Kerjasama ini mencakup pemilihan lokasi, perancangan pembangkit listrik, penilaian dampak lingkungan dan sosial awal, penilaian risiko, perkiraan biaya, serta tinjauan peraturan yang d iperlukan.

“Teknologi SMR dari NuScale sudah terbukti matang, dan keputusan untuk melanjutkan proyek PLTN bukanlah masalah teknis, melainkan keputusan politik. Tidak ada hambatan berarti dari segi geografis dan ekonomi,” jelas Bernadus.

NuScale merupakan satu-satunya perusahaan di Amerika yang telah mendapatkan sertifikasi SMR dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC) dengan desain Advance Light-Water dan modul daya 50 MW yang d iberi nama NuScale VOYFR SMR.*[]