PLN IP Masih Menuggu RUPTL untuk Penerapan PLTN

JAKARTA, BN NASIONAL

PLN Indonesia Power (IP) masih menunggu penyelesaian Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru. Ini mencakup rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP, Bernadus Sudarmanta, pihaknya sedang melakukan studi untuk persiapan pengembangan PLTN di Indonesia. D iharapan dapat d isertakan dalam RUPTL yang baru.

“Kami masih menunggu RUPTL yang baru. Saat ini, kami sedang melakukan studi untuk mengantisipasi kemungkinan PLTN d imasukkan dalam RUPTL,” ujarnya di Kementerian ESDM, Selasa (30/1/2024).

PLN IP bekerja sama dengan NuScale Power OVS untuk studi pengembangan PLTN di Kalimantan Barat menggunakan teknologi Small Modular Reactor (SMR). Kerjasama ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Ini d idukung oleh US Trade and Development Agency (USTDA) untuk mengevaluasi aspek teknis dan ekonomi.

Baca juga  KPK Periksa Politikus Demokrat, Usut Aset Bupati Penajam Paser Utara Nonaktif Abdul Gafur Mas'ud

“PLTN ini sesuai untuk daerah yang belum terinterkoneksi dengan jaringan listrik antar daerah. Dan memiliki kebutuhan energi yang tidak terlalu besar,” tambah Bernadus.

Studi tapak di Kalimantan Barat sudah d ilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Batan), yang menemukan beberapa lokasi yang memungkinkan pembangunan PLTN.

PLN Indonesia Power memilih NuScale Power OVS, LLC (NuScale) sebagai mitra dalam proyek ini dengan dukungan anak perusahaan Fluor Corporation di Texas dan JGC Corporation di Jepang, untuk proyek dengan fasilitas 462 MW menggunakan teknologi SMR NuScale.

NuScale merupakan satu-satunya perusahaan di AS yang telah mendapatkan sertifikasi SMR dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC), dengan desain Advance Light-Water dan modul daya 50 MW yang d iberi nama NuScale VOYFR SMR.(*)