PLTP Jadi Pilihan Pemerintah Gantikan PLTD

News120 Dilihat

JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dalam program dedieselisasi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, penambahan kapasitas PLTP dapat menggantikan PLTD.

“Disini kita inginkan geotermal menjadi satu solusi untuk program dedieselisasi,” kata Eniya dalam acara Human Capital Summit (HCS) 2025, Rabu (4/6/2025).

Selain itu, dalam Rencana Umum Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 pemerintah menargetkan penambahan 5,2 GW dalam rangka meningkatkan kapasitas baseload dalam jaringan listrik.

“Kita pastikan di dalam next RUPTL itu sebanyak 5,2 GW dalam jangka waktu 10 tahun,” ujar Erika.

Dalam lima tahun kedepan, PLTP yang ditargetkan dapat Commercial Operation Date (COD) 1,1 GW untuk tambahan listrik. “Dalam 5 tahun ke depan kita harus nambah COD 1,1 giga,” katanya.

Baca juga  3 Lokasi Perjalanan AS Pertama Eataly Diatur untuk Bandara JFK New York

Indonesia yang saat ini menjadi negara nomor dua sebagai pemilik PLTP terbesar di dunia sebesar 2,6 GW. Nomor satu dipegang oleh Amerika Serikat dengan kapasitas 3,8 GW.

“Selisih antara kita dengan Amerika itu sekitar 1,2 GW. Nah disini dalam lima tahun kedepan kita ingin genjot geothermal ini ditambah 1,1 at least,” jelas Eniya.

Eniya menambahkan, dengan menggunakan skema Binary Cycle Power Plant (BCPP), investor mendapatkan kepastian lebih di area geothermal.

“Dengan model Binary Cycle, perjanjian jual belinya sudah diupgrade,” ujarnya.

Potensi PLTP besar yang dimiliki Indonesia saat ini berada di daerah Kalimantan, Jawa, dan Bali. Kementerian ESDM juga baru saja menerbitkan 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) 10 lokasi.

“Jadi kita masivekan untuk proyek geothermal ini,” katanya.