JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia bersiap mencetak sejarah baru dalam industri gas alam cair global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memiliki Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) terbesar di tanah air dan masuk peringkat ke-9 terbesar di dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai meninjau dua perusahaan gas, yaitu Genting Oil Kasuri dan LNG Tangguh, di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/6/2025).
“Itu floating LNG terbesar di Indonesia dan menurut laporan dari mereka ke sembilan di dunia. Tapi itu akan kita validasi progresnya. Saya akan kirim tim untuk melakukan kunjungan ke pabrik dimana mereka lagi bangun sekarang, yaitu di Cina,” ujar Bahlil dalam keterangannya, dikutip Senin (16/6/2025). .
Menurut laporan manajemen Genting Oil Kasuri, pembangunan FLNG telah mencapai 53%. Pemerintah pun akan mengirim tim ke China untuk mengecek langsung kemajuan fasilitas tersebut.
Sebagai informasi, pada Juni 2024, Genting Group melalui anak usahanya, PT Layar Nusantara Gas, meneken perjanjian dengan Wison New Energies untuk pembelian FLNG berkapasitas 1,2 juta metric ton per annum (mtpa) senilai USD962,8 juta.
FLNG ini akan mendapatkan pasokan dari proyek Asap Kido Merah (AKM) milik Genting Oil Kasuri, yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 dengan kapasitas gas mencapai 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

