PT Timah Sambut Baik Perubahan RKAB Balik Menjadi Satu Tahun

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah Tbk menyambut baik perubahan aturan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang kembali diberlakukan setiap satu tahun mulai Oktober 2025 yang berlaku pada 2026. Direktur Pengembangan Usaha PT Timah, Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara menilai kebijakan ini dapat membuat izin usaha pertambangan (IUP) lebih produktif.

“Kami sangat, yang punya IUP seperti Timah, PT Timah, sangat menyambut baik. Artinya dari pihak-pihak yang, ya maaf ya, yang tidak produktif terhadap IUP-nya itu akan terevaluasi dengan sendirinya,” ujar Suhendra.

Ia menambahkan, perubahan periode RKAB ini juga akan menekan ruang gerak tambang ilegal.

“Begitu saya lihat ini cara dari regulator untuk tadi. Nah, dan salah satu juga akan memperkecil atau mempersembit ruang gerak dari legal mining,” ucapnya.

Meski begitu, menurut Suhendra, pemberlakuan RKAB per tahun akan membuat perusahaan maupun regulator bekerja lebih cepat dan intensif.

Baca juga  Bedakan Es Gabus dengan Spons Saja Tidak Bisa, Apalagi Ijazah Asli

“Gini, kalau satu tahun itu memang mau nggak mau semuanya harus speed up dan harus ini ya, dari pihak regulator pun kayak ESDM mereka harus melakukan verifikasi yang luar biasa. Apa ya, load-nya itu sangat-sangat tinggi,” jelasnya.

Menjelang Oktober, PT Timah mengaku sudah menyiapkan sejumlah skenario pengajuan RKAB kepada pemegang saham dan pemerintah.

“Ini kita sudah exercise dari, ada tiga skenario yang mau kita ajukan ke pihak pemegang saham dan juga ke pemerintah. Skenario-nya skenario-nya saya kasih bocoran aja ya. Pessimistic, moderate, optimistic. Kalau dari sisi angkanya nanti dulu ya. Masih di exercise,” kata Suhendra.

Ia menjelaskan, penyusunan RKAB mempertimbangkan kondisi harga logam yang saat ini sedang membaik.

“Harga logam lagi bagus-bagus ya. Dari di Januari itu kalau tidak salah masih di 28.000 USD per ton. Sekarang kalau nggak salah di 32.000-33.000,” ungkapnya.

Baca juga  Psikiater Harvard Mengatakan Penyakit Mental Dimulai dari Sel Anda

Menurutnya, sentimen positif harga timah saat ini didorong oleh tingginya permintaan. “Pasti demand ya. Demand. Demand-nya tinggi, permintaannya tinggi. Pasti,” ujarnya.

Selain itu, RKAB juga akan mempertimbangkan capaian kinerja berjalan dan proyeksi ke depan.

“RKAB itu kan disusun nanti, tadi mengatakan pertimbangan dari regulator capaian exsisting itu kan melihat capa yang existing di tahun berjalan. Pasti akan ada evaluasi walaupun nanti kita mengajukan pada skema yang misalnya skeptik, misalnya x ton gitu ya,” kata Suhendra.

“Nanti apa pihak regulator akan lihat ini kayaknya belum begitu sesuai dengan hakta existing prognos misalnya di tahun sekarang. Tapi kan kita punya hak untuk mengajukan mengenai yang diterima atau nggaknya kan urusan di regulator,” tambahnya.