PT Timah (TINS) Siapkan Langkah Pengembangan LTJ Dalam Negeri

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Timah (TINS)  menegaskan komitmennya untuk mulai mengembangkan hilirisasi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) di dalam negeri.

Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, mengungkapkan bahwa PT Timah telah memiliki fasilitas riset yang berlokasi di Tanjung Ular, Bangka Barat, yang kini mulai diaktifkan kembali untuk pengembangan mineral tanah jarang, seiring meningkatnya permintaan global terhadap komoditas strategis tersebut.

“Kami sudah mempunyai fasilitas riset di Tanjung Ular di Bangka yang siap untuk digunakan untuk mengembangkan mineral-mineral tanah jarang yang sekarang sangat tren di dunia,” kata Restu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (16/7/2025).

Namun, selama hampir 14 tahun, fasilitas tersebut cenderung tidak aktif lantaran keterbatasan sumber daya manusia di bidang tersebut.

Baca juga  Inovasi Terbaru L'Oréal, Cell BioPrint, Akan Diluncurkan Hari Ini Di CES

“Fasilitas riset kami itu hampir idle karena tidak ada kegiatan. Terutama disebabkan karena sampai dengan hari ini kami belum memiliki ahli untuk pengembangan mineral tanah jarang,” ujarnya.

Kabar baiknya, kata Restu, dalam waktu dekat PT Timah akan memulai kembali aktivitas pengembangan LTJ setelah berhasil menjalin kolaborasi dengan para ahli nasional di bidang tersebut.

“Alhamdulillah satu bulan yang lalu kami sudah berkomunikasi, sudah ketemu ahli mineral tanah jarang di Indonesia. Tim kami dipimpin oleh tiga lembaga, dari PT Timah, Pindad, dan Kementerian Dikti. Menteri Dikti sudah siap untuk memimpin kami mengembangkan mineral tanah jarang,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, PT Timah juga telah menyiapkan seluruh sisa hasil pengolahan (SHP) yang berpotensi mengandung mineral tanah jarang untuk riset dan pengembangan lebih lanjut.

“Sejak seminggu yang lalu semua sleg, semua SHP di PT Timah kami siapkan untuk mengembangkan mineral tanah jarang. Ini yang kami laporkan untuk hilirisasi,” pungkas Restu.

Baca juga  Pemogokan Israel Membunuh Warga Lebanon di Kota Houla