Setelah Dua Bulan Absen, 1.780 Ton Timah Kembali Diperdagangkan di Indonesia

JAKARTA, BN NASIONAL

Setelah terjadi minim perdagangan timah di Indonesia pada bulan Januari dan Februari 2024, bulan Maret 2024 mengalami lonjakan perdagangan yang signifikan.

Menurut International Tin Association (ITA), perdagangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) kembali d ibuka pada tanggal 5 Maret dengan volume perdagangan mencapai 1.780 ton timah dalam berbagai kontrak.

“Ekspor timah murni pada bulan Januari mencapai 0,4 ton (penurunan 99% d ibandingkan tahun sebelumnya), sementara ekspor meningkat menjadi 55 ton (penurunan 98% d ibandingkan tahun sebelumnya) pada bulan Februari,” tulis pernyataan resmi ITA yang d iterima oleh BNNasinonal, pada Kamis (14/3/2024).

Namun, Indonesian Commodities & Derivatives Exchange (ICDX) tidak mengalami lonjakan perdagangan yang sama, masih menjaga perdagangan timah hingga saat ini.

“Perdagangan di JFX kembali d ibuka pada tanggal 5 Maret dengan volume perdagangan mencapai 1.780 ton timah,” jelasnya.

Baca juga  Penggunaan Ganja dengan Peningkatan Prevalensi Asma pada Remaja dan Dewasa AS

ITA juga mencatat bahwa mereka masih belum dapat memvalidasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari perusahaan timah yang menjadi langganan ekspor.

“Ada laporan yang belum terkonfirmasi mengenai beberapa smelter swasta kecil yang telah memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), namun ITA belum dapat memvalidasinya. Saat ini, mayoritas smelter timah di Indonesia belum mengekspor timah pada tahun 2024,” tambahnya.

Para pedagang timah di Asia juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan dari Indonesia.

“Para pedagang di Asia mencatat kesulitan mendapatkan timah karena kurangnya produksi dari Indonesia. Di Eropa, meskipun konsumsi masih tertekan oleh kondisi makroekonomi, para pedagang juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan timah dan pengiriman tertunda akibat gangguan yang terus berlanjut di Laut Merah,” ungkap ITA.

Sementara itu, Analis Senior Intelijen Pasar, Tom Langston, mengatakan bahwa harga timah saat ini mencapai titik tertinggi dalam setahun terakhir.

Baca juga  Jalur Neural yang Menghubungkan Motivasi, Kecanduan dan Penyakit

“Harga timah LME terus melonjak dan melampaui $28.000, mencapai titik tertinggi dalam satu tahun terakhir. Minat spekulatif juga meningkat menjadi lebih dari 2.000 kontrak, yang mencerminkan besarnya tantangan pasokan saat ini,” jelas Tom.*[]