JAKARTA, BN NASIONAL – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan tantangan dalam mewujudkan swasembada energi yang menjadi program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Sekretaris SKK Migas Luki Agung Yusgiantoro menjelaskan, dalam 4 indikator ketahanan energi, yakini ketersediaan (availabillity), kemudahan (accessibility), keterjangkauan (affordabillity), dan penerimaan (acceptabillity). Indonesia kesulitan dalam mewujudkan accessibillty.
“Aspek penting di Indonesia yang berbeda dengan negara lain, lagi-lagi Indonesia berbeda adalah kemudahan. Kita negara kepulauan,” kata Luki dalam acara Energy Outlook 2025, Selasa (18/2/2025).
Ia menyebut, aspek tersebut menjadi kendala karena sulitnya menyalurkan energi dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Energi di Indonesia terdampar dari Sabang sampai Merauke.
“Tidak mudah untuk menyalurkan energi dari satu lokasi ke lokasi lain. Kami berlokasi di, banyak ladang minyak dan gas kami yang terletak di daerah terpencil. Itulah sebabnya kami memiliki gas terdampar, di mana kami tidak dapat memonetisasi gas dari satu lokasi ke permintaan, permintaan yang besar,” jelas Luki.
Kesulitan distribusi gas tersebut yang menjadi tantangan besar. Pasalnya, pengguna energi banyak di Pulau Jawa, sedangkan sumbernya banyak yang di luar Pulau Jawa.
“Dan permintaan energi kita yang besar masih di Jawa. Jadi aksesibilitas itu cukup penting, dan menjadi tantangan bagi Indonesia sendiri untuk memenuhi ketahanan energi itu,” ujarnya.
Selain itu, faktor alam juga menjadi tantangan yang membuat proyek energi di Indonesia mengalami kelambatand dalam pelaksanannya.
Ketika kita berbicara tentang ketahanan energi minyak dan gas, kita mengalami kesulitan dalam pelaksanaan proyek. Jika gelombang setinggi dua meter, itu harus dihentikan. Ketika musim hujan, itu harus dihentikan. Tidak mudah untuk melaksanakan proyek minyak dan gas. Maksud saya, saya tidak ingin membahasnya terlalu rinci. Namun, sekali lagi, itulah tantangan di Indonesia dalam hal ketahanan energi,” paparnya.





