JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan akan ada tambahan 2 Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, 2 tambahan EBT tersebut terdiri dari PLTP Ijen di Jawa Timur dan PLTP Gunung Salak di Jawa Barat, dengan total kapasitas sebesar 50 megawatt (MW).
PLTP Salak Binary yang dikelola oleh Star Energy dijadwalkan akan beroperasi atau Commercial Operation Date (COD) dengan kapasitas 15 MW, sementara 35 MW lainnya berasal dari PLTP Ijen milik Medco Energi.
“50 MW ini sudah siap tinggal COD,” kata Eniya saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (17/12/2024).
Selain itu, dalam waktu dekat, Indonesia juga akan mendapatkan tambahan kapasitas dari PLTP Sorik Marapi di Sumatera Utara sebesar 41 MW. Menurut Eniya, PLTP ini sudah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 15 Desember 2024.
“PLTP Sorik Marapi sudah memiliki SLO yang terbit 15 Desember,” ujarnya.
Melalui penambahan 2 PLTP tersebut, bauran EBT Indonesia akan mencapai 14,1 persen hingga akhir Desember 2024. Hingga pertengahan Desember 2024, capaian bauran energi nasional telah mencapai 13,9 persen.
“Prognosa bauran EBT di akhir tahun ini sekitar 14,1 persen,” katanya
Sebelumnya, Eniya menegaskan bahwa realisasi bauran EBT baru mencapai 13,93 persen pada semester I tahun 2024. Sementara target akhir tahun ditetapkan sebesar 19,5 persen. Untuk mencapai target bauran EBT 23 persen pada tahun 2025, dibutuhkan pembangunan pembangkit listrik hijau hingga 8.224,1 MW. Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp 216 triliun.
“Investasi merupakan salah satu faktor kunci yang belum sepenuhnya terealisasi. Kita butuh komitmen investasi yang lebih kuat, termasuk pembangunan infrastruktur yang saat ini terus kami dorong agar target tercapai,” jelas Eniya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi investasi subsektor EBTKE hingga semester I 2024 mencapai US$ 580 juta, atau 46,8 persen dari target US$ 1,23 miliar. Investasi ini mencakup berbagai jenis sumber energi baru terbarukan, seperti biomassa, biogas, sampah, panas bumi (geothermal), air, hidro, dan baterai.
Eniya berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak untuk mempercepat investasi dan pengembangan infrastruktur EBT guna mencapai target bauran energi yang telah ditetapkan pemerintah.





