Terbukti Bertahan, Komoditas Perkebunan Didorong Lebih Maju

by admin
2 minutes read

Jakarta, BN Nasional — “Perkebunan merupakan masa depan, ke depannya perkebunan yang menentukan, setelah ketahanan pangan terwujud,” kata Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan kepada jajaran lingkup Ditjen Perkebunan, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Sabtu (20/11/2021).

Mentan mengatakan Presiden Jokowi mengapresiasi capaian dan kinerja kementerian yang dipimpinnya di masa pandemi. Ekspor pertanian naik karena kontribusi perkebunan sehingga mengangkat perekonomian nasional. “PDB (produk domestik bruto) pertanian mengalami kenaikan dibandingkan sektor lain,” kata Syahrul Yasin.

Mentan meminta jajaran Ditjen Perkebunan segera melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama 2021. Selain itu, mengidentifikasi program dan komoditas prioritas utama guna perencanaan program tahun 2022 agar ke depannya lebih baik.

Menurut Mentan, jika ingin menguasai pasar dunia harus bisa mempersiapkan ketersediaan stok sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu harus dirancang dengan sebaik-baiknya. “Tahun depan perkebunan harus bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun sebelumnya, semakin baik, harmonis, dan kompak, karena komoditas perkebunan sebagai penopang perekonomian nasional,” ujarnya.

Mentan mengatakan komoditas unggulan perkebunan perlu dikemas lebih menarik seperti pinang, pala, sagu dan lainnya. Selain itu, memfokuskan pada hasil olahan komoditas perkebunan di antaranya mi sagu, tepung sagu, dan gula jagung. “Saya berharap kopi dan kakao Indonesia semakin dikenal di pasar dunia, setiap warung atau café ada kopi atau cokelat Indonesia,” kata Mentan.

Menurut Syahrul, kekuatan pertanian pada 2022 tak hanya di tanaman pangan, tetapi perkebunan. Untuk itu diperlukan inovasi dan kreativitasnya sehingga komoditas perkebunan Indonesia semakin dikenal di pasar global. “Ke depannya tingkatkan kinerja, kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan kegiatan perkebunan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Ali Jamil menyampaikan bahwa, realisasi kegiatan Ditjen Perkebunan mencapai 95% pada bulan November-Desember ini. Program dan kegiatan di lingkup instansinya antara lain diskusi melibatkan pakar, studi kesesuaian lahan, hingga koordinasi dengan pihak terkait perkebunan.

Sumber.

related posts