Transformasi Birokrasi Membutuhkan ASN Berorientasi Digital Mindset

Jakarta, BN Nasional – Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan bahwa saat ini memiliki digital mindset menjadi syarat mutlak seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan transformasi birokrasi dan Manajemen ASN.

Menurutnya terkait dengan perubahan pola kerja tatanan baru, di mana pekerjaan birokrasi juga sudah beralih ke digital based dan struktur organisasi juga sudah mulai bertransformasi dari bentuk hierarki menjadi koordinasi.

“Untuk menjawab kebutuhan masa depan Reformasi Birokrasi, kita tidak bisa hanya berfokus pada fundamental proses bisnis saja, tapi digital mindset menjadi syarat mutlak bagi para SDM-nya,” kata Bima, Jakarta, Kamis (22/12/2022).

Bima mengatakan, perubahan teknologi yang terus berlangsung akan berdampak pada banyaknya jenis pekerjaan yang akan hilang. Unsur tatanan kerja akan menjadi lebih fleksibel dan setiap orang bisa bekerja di mana saja.

Baca juga  Pemerintah Targetkan Konversi 150.000 Unit Motor Listrik hingga Tahun 2024

Selain itu, masih banyak jenis pekerjaan di sektor pemerintah yang tidak bisa dilakukan secara remote seperti SDM pada bagian frontliner, sektor Kesehatan, keamanan dan sektor lainnya yang harus berinteraksi secara langsung dengan publik. Untuk itu selain waktu bekerja yang lebih fleksibel, birokrasi dan manajemen ASN ke depan juga membutuhkan kompetensi yang mendukung transformasi birokrasi, mulai dari kemampuan teknologi, literasi digital,critical thinking, self-management, interpersonal skills dan leadership.

Dengan transformasi birokrasi yang bergulir saat ini, BKN telah melakukan pengembangan talenta kepemimpinan berbasis profil atau cluster ASN yang dibagi menjadi 4 cluster, yaitu star adalah cluster ASN yang memiliki Kompetensi dan motivasi yang tinggi, workhorse adalah cluster ASN yang memiliki kompetensi tinggi tapi motivasi rendah, trainee adalah cluster ASN yang memiliki kompetensi rendah namun memiliki motivasi yang tinggi, dan deadwood adalah cluster ASN yang memiliki kompetensi dan motivasi yang rendah.

Baca juga  Kepala BP2MI: Pekerja Migran Indonesia Sumbang Devisa ke Negara Rp159,6 Triliun

Penyelenggaraan pengelolaan manajemen ASN dalam mewujudkan World Class Bureaucracy (Birokrasi Kelas Dunia) tentunya melibatkan peran bersama seluruh unsur pemerintahan. “Doing digital saja tidak cukup, tapi being digital juga perlu,” katanya. (Rd)