Jakarta, BN Nasional – Vaksin inhaler yang digunakan lewat hidung diharapkan dapat membantu mengendalikan pandemi Covid-19. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (7/9/2022), harapan itu disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah produk buatan dalam negeri disetujui di India dan Tiongkok.
WHO menyambut front baru dalam perang melawan virus – tetapi juga mengatakan ingin melihat data di balik vaksin, untuk menilai apakah akan menyetujuinya. Pada hari Minggu, Tiongkok meluncurkan vaksin Covid-19 inhaler pertama di dunia, Convidecia Air, yang dibuat oleh CanSino Biologics dan diberikan melalui nebuliser.
Sementara India menyetujui vaksin Covid-19 yang diberikan melalui hidung untuk penggunaan darurat pada hari Selasa, yang dikembangkan oleh Bharat Biotech.
Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan vaksin hidung menghasilkan respons imun di mukosa pernapasan di paru-paru.
“Anda menghasilkan garis pertahanan pertama di mana virus masuk dan menyebabkan banyak kerusakan,” jelasnya.
Dengan demikian, vaksin inhaler berpotensi mencegah seseorang terinfeksi dan menularkan virus.
Ryan mengutip bagaimana vaksin hidung dan suntik digunakan dalam kombinasi untuk memerangi penyakit seperti polio, memberikan perlindungan penuh pada sistem internal.
“Peluang untuk mengurangi tingkat keparahan infeksi dan penularan selanjutnya mungkin memberi kita prospek pengendalian Covid yang jauh lebih kuat dalam jangka panjang,” katanya dalam konferensi pers. (Rd)
Sumber.
https://www.beritasatu.com/news/974141/vaksin-inhaler-diharapkan-bantu-pengendalian-covid19





