BANGKA BELITUNG, BN NASIONAL – Kematian Kadir (35) Tahanan Mapolsek Belinyu yang geger ditemukan tewas di dalam Sel Senin pagi (29/7/2024) kemarin akhirnya terjawab.
Kasi Humas Polres Bangka, AKP. Era Anggraini, SH seizin Kapolres Bangka, AKBP. Toni Sarjaka, SIK Rabu (31/7/2024) menjelaskan kronologis kematian Kadir, warga Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.
Sebelumnya Kadir sempat terlibat cekcok dengan istrinya yang terluka akibat sabetan senjata tajam milik Kadir lantaran mencurigai istrinya berselingkuh di Belinyu.
Istri Kadir malam itu sempat meminta perlindungan ke Polsek Belinyu dengan membuat laporan KDRT. Dan tak lama berselang, Kadir pun mendatangi Polsek Belinyu untuk melaporkan perselingkuhan Sang Istri.
Polisi malam itu mengamankan Kadir berikut mengamankan seorang laki laki yang diduga adalah selingkuhan istri Kadir.
Pada saat diamankan Kadir hendak melakukan aksi bunuh diri. Namun berhasil dicegah anggota Polsek Belinyu.
“Karena ada laporan yang sama antara Pihak Istri Kadir dengan tuduhan KDRT dan Kadir juga melaporkan dugaan perselingkuhan istrinya. Jadi keduanya langsung diamankan di Mapolsek Belinyu”,jelas Era.
Kadir di tempatkan di dalam sel terpisah dengan sel pacar istrinya. Hanya saja keterangan dari beberapa tahanan lainnya, Kadir sempat melakukan upaya bunuh diri dengan membentukan kepalanya di dinding.
“Dia (Kadir -red) dipisah sel-nya dengan pacar istrinya. Dan Kadir ini sudah 2x melakukan aksi upaya bunuh diri. Dan diketerangan rekan sesama tahanan mengatakan Kadir sempat membenturkan kepalanya ke dinding. Dan berkali kali dicegah sesama rekan sesama tahanan”, jelasnya.
Namun saat para tahanan bangun hendak melakukan sholat subuh, Kadir tampak dalam posisi terlentang. Namun saat itu rekannya mengira Kadir dalam kondisi tidur.
Namun karena tidak ada gerakan dari tubuh Kadir, saksi pun memanggil petugas jaga.
“Pada saat dievakuasi kondisinya masih hidup dan sempat diberikan pertolongan pertama oleh anggota Polsek”,lanjutnya.
Kondisi Kadir yang lemah, akhirnya anggota piket berkoordinasi dengan Polsek Belinyu. Kadir pun dilarikan menuju Polsek Belinyu untuk mendapat penanganan medis.
“Saat dibawa ke Puskesmas Kadir meninggal dunia diperjalan. Jadi tidak benar kalau dia meninggal di dalam sel” terangnya.
Dari hasil visum luar oleh Tim Medis terdapat luka benturan di bagian kepala belakang dan bagian wajah. Namun untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian Kadir, pihak keluarga menolak.
“Sudah dilakukan visum dan terdapat luka benturan di kepala dan bawah mata. Tapi keluarganya menolak dilakukan otopsi dan sudah mengikhlaskan kematian Kadir”,tutupnya.(eztie)





