Terima Parlemen Jerman, Komisi VII Bahas Perubahan Iklim dan Krisis Energi Global

Jakarta, BN Nasional – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menerima Kunjungan delegasi Parlemen Jerman yang dipimpin Christoph Hoffmann (Free Democratic Party). Perubahan iklim alias ‘climate change’ dan ancaman krisis energi menjadi isu utama yang dibahas dalam dialog yang berlangsung konstruktif tersebut.

“Kita membahas masalah dan tantangan global, khususnya terkait perubahan iklim dan energi. Kita sepakat bahwa apa yang mereka rasakan di Jerman dan negara Eropa pada umumnya, harga energi yang demikian tinggi ini memerlukan kerjasama internasional yang jauh lebih intens, sehingga ketersediaan energi dapat berjalan dengan baik,” ujar Sugeng di Gedung DPR RI Senayan, Kamis (27/10/2022).

Sugeng mengatakan, saat ini negara – negara di Eropa tengah berjibaku dengan perubahan iklim dan ancaman krisis energi. Mulai dari gelombang panas yang terjadi beberapa lalu di sebagian besar negara Eropa, hingga kenaikan harga energi di Eropa yang telah meningkat empat kali lipat pasca konflik Rusia-Ukraina.

Baca juga  Vaksin Pfizer Anak di Bawah 5 Tahun Ditunda karena Tidak Ampuh

“Jerman misalnya sudah dijatah bagaimana penggunaan air panas untuk rumah tangga, karena sangat bergantung pada energi gas Rusia yang diembargo, sehingga suplai gas eropa sangat berkurang,” jelas Sugeng.

Melihat kondisi tersebut, Parlemen Indonesia dan Parlemen Jerman sepakat mempromosikan kerjasama energi baru dan terbarukan untuk ditingkatkan lebih jauh dalam berbagai skema. Menurutnya, krisis energi saat ini bisa menjadi titik balik untuk mempercepat sistem energi yang bersih dan berkelanjutan.

Menanggapi beberapa pertanyaan delegasi terkait pembangunan IKN, Sugeng menyampaikan bahwa Pembangunan Ibu Kota akan mengusung konsep ‘Future Smart Forest City of Indonesia’, sehingga akan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Dia menambahkan, pemindahan IKN bertujuan agar Indonesia semakin kompetitif di tingkat global. Pemindahan IKN ini juga sebagai upaya membangun lokomotif baru untuk transformasi menuju Indonesia berbasis inovasi, teknologi dan ekonomi hijau.

Baca juga  Temuan Mengejutkan – Arktik Bisa Menjadi “Bebas Es” dalam Waktu Kurang dari 10 Tahun

“Pembangunan Ibu Kota yang akan dibangun di Kalimantan Timur adalah konsep Green City karena mengusung ‘zero emission’, kalaupun ada BBM akan menggunakan standar emisi Euro 4, karena ramah lingkungan dan kandungan karbon yang sangat kecil,” katanya. (Louis)