JAKARTA, BN NASIONAL – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan pada tahun 2030 dunia akan mendapatkan pasokan tambahan 150 juta ton LNG per tahun (MMTPA).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, peningkatan pasokan tersebut dikarenakan adanya kebutuhan. Pasokan berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Qatar.
“Ini dipelopori oleh Amerika Serikat dan Qatar. Sampai 2030 akan ada tambahan 150 juta ton per tahun,” kata Dwi dalam Konferensi Pers Capaian Semester I 2024 di Kantor SKK Migas, Jumat (19/7/2024).
Indonesia sendiri, lanjut Dwi, akan menambahkan pasokan dari Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang berpotensi menghasilkan 9.5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa.
“Jadi kalau kita nyumbang 9,5 juta ton per tahun untuk abadi masela, ini seluruh dunia akan ada tambahan 150 juta ton per tahun,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, Final Investment Decision (FID) dari negara yang ada di Timur Tengah dan Amerika Serikat akan meningkatkan penerapan Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).
“Dari pre-FID supply, dari Middle East, Eastern dan North American West Coast. Nah kemudian tadi mengenai CCS-CCUS, pertumbuhan kapasitas CCS-CCUS juga akan menjadi meningkat. Tentu dengan catatan bahwa trading CO2 akan berjalan secara lebih baik ke depannya,” jelasnya.





