JAKARTA, BN NASIONAL – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto membeberkan alasan industri hulu migas tidak dapat mencapai target produksi minyak nasional sebesar 635 ribu barrel oil per day (bopd).
Menurutnya, penetapan target produksi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh pemerintah dilakukan pada pertengahan tahun dan hal ini tidak sejalan dengan penetapan work rogram and budget (WP&B) oleh SKK Migas sebesar 567,5 ribu bopd.
“Pada saat kita di APBN, ditentukan 635.000 Barel per hari, dan memang ini ditentukan di sekitar pertengahan tahun. Kemudian di akhir tahun seperti sekarang, kita sedang menyusun WPNB, jadi rencana kerja yang dikomit oleh para K3S, sebanyak 567.500 Barel per hari,” kata Dwi dalam Konferensi Pers Capaian Semester I 2024 di Kantor SKK Migas, Jumat (19/7/2024).
Dwi melanjutkan, terdapat technical gaps sebanyak 37 ribu bopd antara APBN dan WP&B. Saat ini produksi minyak nasiona sebanyak 578 ribu bopd.
“Jadi ada kami sebutkan technical gaps 37.000, di mana antara analisa tengah tahun dengan analisa akhir tahun berbeda, dan dengan realisasi sekarang di 578.000,” jelas Dwi.
Masalah lainnya, adanya entery rate sebanyak 1,1 ribu bopd, downtime dari K3S sebanyak 10.1 ribu bopd, low demand gas affected to condensate sebanyak 2,1 ribu bopd, dan work program execution and contribution delay sebanyak 6 ribu bopd.
“Ada 1.1 ribu Barel per hari, ini karena entry rate pada saat masuk di Januari 2024, kemudian 10,1 ribu bopd hilang karena downtime K3S, dan 2,1 ribu bopd karena low demand gas, jadi ada beberapa yang seperti di Jawa Timur, kita tidak bisa menjual semua, maka produksi kondensatnya juga akan berkurang, hilang sekitar 2,1 ribu bopd. Kemudian beberapa program yang tertunda, pengemboran, antara lainnya itu kita hilang di 6 ribu bopd,” jelasnya.
Namun, SKK Migas terus melakukan program-program yang dapat meningkatkan produksi sebanyak 16,4 ribu bopd untuk mencapai target dari WP&B.
“Akan menaikkan produksi sekitar 16,4 ribu bopd, sehingga akan di akhir tahun diharapkan outlooknya, secara rata-rata setahun adalah 594 ribu bopd meskipun tentu kita berharap produksi di akhir tahun akan di atas 600, jadi sekitar 610 dan sebagainya, jadi ini adalah produksi satu tahun,” paparnya.





