Pemerintah dan Perusahaan Harus Gotong Royong Menuju Net Zero 2060

Bali, BN Nasional – Perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi industri-industri di Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil sebagai sumber pasokan energinya.

Oleh karena itu, gerakan menekan emisi karbon bukanlah tren, melainkan sesuatu yang mendesak dilakukan karena prosesnya yang panjang. Apabila tidak segera dilakukan, perekonomian nasional menjadi pertaruhan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, nol karbon (Net Zero) merupakan urgensi yang sudah harus dilakukan sejak dini, untuk itu pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kita ingin membangun bila net zero 2060 tidak hanya pemerintah, tapi harus ada komitmen dari perusahaan,” kata Arsjad dalam kegiatan Media Gathering Indonesia Net Zero Summit 2022 di Bali, Kamis (10/11/2022).

Maka dari itu, Kadin membuat net zero hub sehabis mengikuti kegiatan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 (COP 26) untuk memberikan pembelajaran kepada perusahaan-perusahaan menuju net zero.

Baca juga  Dipantau Khofifah, Harga Minyak Goreng Bimoli Milik Konglomerat Anthony Salim di Kediri Turun Jadi Rp25.000 per 2 Liter

“Kita membuat Kadin net zero hub sehabis pulang dari COP 26, pertama kita membangun kesadaran karena belum semua yang mengerti atas perjalanan menuju net zero 2060, setelah itu membuat komitmen,” katanya.

Dengan menerapkan net zero company, perusahaan akan mendapatkan keuntungan dengan perushaaan lain yang bermitra dari luar negeri. ‘Perusahaan yang berpartisipasi mempunyai nilai dari investor terhadap net zero ini, dengan demikian itulah yang harus kita bangun dari perusahaan di Indonesia. Perusahaan tidak membuang uang dengan sia-sia,” jelasnya.

Indonesia sebagai negara berkembang yang sedang menuju negara maju harus melakukan pengembangan dekarbonisasi dengan melakukan pemetaan menuju net zero, tentu cara pemetaan dan perencanaan (Roadmap) berbeda dari sektor dan ukuran perusahaan.

“Urgentsinya ada dua hal, yang paling utama adalah masalah bumi ini sendiri, bumi ini hanya satu dan perubahan iklim sulit dirubah. Kita memerlukan gotong royong untuk menjaga bumi kita,” katanya.

Baca juga  Pengembangan Kawasan Industri Manufaktur untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia termasuk negara berkembang yang beruntung untuk menuju net zero dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan dapat menciptakan ekosistem secara mandiri.

“Ekosistem elektrifikasi menciptakan peluang baru, kita punya nikel, dan bauksit untuk mendukung elektrifikasi kendaraan. Dengan melakukan elektrifikasi terhadap kendaraan, pertama kita dapat mengendalikan subsidi kita, dan bisa mengurangi emisi karbon. Maka dari itu Indonesia sedang mendorong itu,” jelas Arsjad.