Terkait Ilmenit dan Mineral Ikutan Lainnya, BPJ Minta Kemenperin Perhatikan Sektor Hulu

Jakarta, BN Nasional – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya menyampaikan permasalahan hilirisasi mineral, terutama timah beserta mineral ikutan lainnya kepada Kementerian Industri (Kemenperin).

“Dari pertimahan ini, ketika orang menambang timah mineral ikutannya banyak. Nah kita minta Terkait hilirisasi ada beberapa mineral, contohnya saja dari pertimahan, ketika orang menambang timah mineral ikutannya banyak,” kata BPJ sapaan akrabnya saat rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Jakarta, Selasa (14/2/2023).

BPJ meminta kepada Kementerian Perindustrian untuk membuat perencanaan untuk dapat memikirkan sektor hulu jangan hanya hilirnya dalam sektor pertimahan.

“Kita lihat salah satunya yang disampaikan Menperin Agus Gumiwang terkait dengan penguatan rantai nilai industri pengolahan ilmenit untuk bahan baku cat dan coating,” katanya.

Menurut BPJ, Ilmenit sendiri memiliki potensi sebanyak 33 ribu ton, tentunya Kemenperin harus membuat perencanaan untuk dapat mengatasi permasalah hulunya, sedangkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ilmenit di Indonesia tidak banyak.

Baca juga  Padahal Saham Mayoritas, Tapi MIND ID Tidak Punya Power di PTFI

“Bisa saja karena memang ketika menambang timah itu bisa 20 sampai 30 persennya mineral ikutannya adalah ilmenit. Jadi kalau produksi timah indonesia antaranya 70-80 ribu ton kurang lebih lah 33 ribu ton ini, ini potensi yang bisa kita maksimalkan,” jelasnya.

Tidak sampai disitu, teknologi pengolahan ilmenit menjadi titanium ini belum ada, BPJ mendorong untuk dapat menemukan teknologi pengolahan ilmenit menjadi titanium yang terkhusus.

Terdapat tiga cara untuk mendapatkan ilmenit, pertama dengan menambang di tambang dan melakukan pengolahan di meja goyang, kedua melalui sisa hasil olahan timah, dan ketiga didapat dari slek timah hasil lebur.

“Nah hal ini artinya saya pikir ini teknis tetapi perlu juga dipahami dari Kementrian Perindustrian sebagai pihak regulasi sehingga kemudian bisa kira kira menciptakan ruang investasi untuk pengolahan ini,” kata BPJ.

Baca juga  Bocorkan Portofolio Saham, Kaesang Pangarep Investasi di Sektor Apa Saja?

Kebutuhan ilmenit terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penambangan dan produksi ilmenit menjadi industri yang penting dan sedang berkembang.

“Karena memang dari informasi yang di paparkan memang betul kebutuhan untuk industrinya besar. Tetapi tidak hanya itu saja ada mineral ikutan lainnya seperti zirkon, monasit yang mengandung radio aktif dan ikutan lainnya. Jadi karena itulah saya minta terkait limenit dan mineral ikutan timah lainnya, Kemenperin harus juga memikirkan sektor hulunya,” jelasnya. (Tr/Rd)