Jakarta, BN Nasional – Menteri ESDM Arifin Tasrif didampinggi BPH Migas mengunjungi SPBU ruas jalan tol di Semarang, Jawa Tengah. Pada kunjungan ini, Arifin meminta badan usaha untuk selalu memantau kecepatan dan kesigapan operator dalam pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU.
“Ke depan, lakukan kajian untuk penambahan stasiun pengisian baru dan metode pembayaran guna meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” kata Arifin.
Jelang lebaran tahun ini, Pertamina telah menyiapkan SPBU modular untuk mengantisipasi antrian pengisian BBM. Hal ini terlihat pada SPBU Rest Area KM 429, SPBU Rest Area 456 A, dan SPBU Rest Area 456 B.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan lanjutan pemantauan yang telah dilakukan hari Selasa kemarin di Banten dan Lampung bersama Menteri Arifin. Ruas tol Semarang merupakan salah satu jalur utama, mengingat saat ini mulai memasuki puncak arus mudik.
“Perlu dilakukan pemantauan guna melihat kesiapan penyediaan energi, khususnya BBM. Kesiapan badan usaha dalam menyediakan BBM sangat penting untuk menunjang kebutuhan masyarakat yang melintas di area Tol Semarang. Saat ini masuk periode puncak arus mudik,” kata Erika.
Pemerintah terus mengoptimalkan infrastruktur tambahan untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan arus mudik saat pengisian BBM, seperti SPBU modular di sepanjang jalur tol Jawa Bagian Tengah. “Untuk memecah kepadatan ketika masyarakat mengisi BBM di saat yang hampir bersamaan,” katanya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian khusus, karena menjadi salah satu tujuan utama pemudik untuk pulang ke kampung halaman.
“Selain SPBU Modular, kami juga siapkan Motoris. Pemudik yang kehabisan Bahan Bakar sebelum tiba di SPBU terdekat, dapat menghubungi Call Center Pertamina,” jelasnya. (Louis/Rd)





