Jakarta, BN Nasional – Monazite yang merupakan bahan baku Logam Tanah Jarang (LTJ)/Rare Earth Elemen (RRE) yang disebut sebagai ‘harta karun’ Indonesia dengan nilai ekonomi hingga kini Indonesia masih belum dapat menghasilkan produknya.
PT Timah Tbk yang memiliki monazite dari sisa hasil olahan timah sedang melakukan kajian dan mencari mitra strategis untuk membuat teknologinya dan perencanaan pembangunan awal setelah melakukan studi kelayakan.
“Sampai saat ini bentuk kajian dimana PT Timah mencari mitra strategis soal pengembangan, pemenuhan (Front End Engineering Design) FEED agar dapat memenuhi standar komersial,” kata Direktur Keuangan PT Timah Fina Eliani, Jakarta (15/6/2023).
Salah satu upaya untuk mewujudkan LTJ tersebut, PT Timah terus menyusun kajian, terutama untuk pemenuhan teknologi. LTJ merupakan mineral ikutan dari sisa olahan timah yang dimana volume dari LTJ tersebut jauh lebih sedikit dari logam timah.
“Diskusi awal dengan instansi dan calon mitra usaha, untuk mencapai skala komersial butuh FEED yang jauh lebih tinggi, itu yang sedang kita bicarakan. Apakah pemenuhannya dari dalam negri atau impor bahan baku untuk impor ini memang belom ada aturannya,” jelas Fina.
Pengolahaan LTJ ini membutuhkan kerja sama yang baik antar Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk mewujudkan hal tersebut, sebab LTJ mengandung radio aktif yang membutuhkan pengawasan dari Batan.
“Kita akan kerja sama dengan berbagai pihak karena disitu ada kandungan radio aktif, kita kerja sama, tapi kerja sama selanjutnya proses berikutnya untuk menjadikan oksida sampe jadi logam. Hilir dari RRE itu perlu kerja sama skala industri,” katanya. (Louis/Rd)





