PT Timah Dibantu Canada Rare Earth Kembangkan LTJ

Jakarta, BN Nasional – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong rencana pengolahan Logam Tanah Jarang (LTJ) dengan menjodohkan PT Timah Tbk dengan perusahaan dari Australia yang beroperasi di Malaysia.

“Ini kita sedang menjodohkan dengan salah satu perusahaan di australia yang sudah bekerja di malaysia, ini kita sudah pertemukan dengan PT Timah, tinggal PT Timah saja bagaimana responya,” Kata Menteri ESDM Arifin Tasrif saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (24/5/2023).

Direktur Keuangan PT Timah Fina Eliani mengatakan, saat ini PT Timah sedang melakukan kerja sama dengan perusahaan Canada Rare Earth Corporation untuk melakukan pengembangan teknologi LTJ.

“Seingat saya PT Timah sedang melakukan keja sama dengan Canada Rare Earth yang membantu PT Timah melakukan studi mengenai bagaimana pengembangan LTJ ini kedepan, berberapa dana yang dibutuhkan belom dapat disampaikan karena saat ini masih tahap kajian,” kata Fina, Jakarta (15/6/2023).

Baca juga  Pemilu Jadi Penyebab PT Inalum Tunda IPO

Sekretaris Perusahaan PT Timah Abdullah Umar Baswedan mengatakan, China yang sudah memiliki teknologi tidak ingin terbuka untuk membagikan teknologi dan hanya ingin bahan bakunya.

“Itukan kita masih melakukan penjajakan karena ini kan emang agak sensitif kalo bicara China, China banyak yang mau, tapi mereka ga terbuka untuk teknologinya, mereka mau source (bahan baku) tapi untuk teknologinya mereka gamau terbuka,” kata Abdullah.

Sebelumnya, dalam rangka mengamankan LTJ tersebut, Kementerian ESDM mengeluarkan aturan klasifikasi aturan mineral ikutan yang banyak terkandung dalam timah.

“Ini yang sedang kita teliti. ESDM akan mengeluarkan aturan klasifikasi mengenai LTJ, sedang disiapkan mudah-mudahan awal bulan sudah bisa kita keluarin,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (26/5/2023).

Arifin menyebutkan sumber LTJ salah satunya dari sisa hasil olahan timah, dari sisa hasil olahan timah mengeluarkan zirkon, ilmenit, xenotim, dan monasit yang sebagai bahan baku LTJ dan bahan baku nuklir.

Baca juga  Potensi Cuan Indika Energy Melalui Carbon Trading

Kementerian ESDM berkomitmen menjaga LTJ agar tidak dijual keluar dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan nuklir dari radio aktif.

“Makanya harus kita amankan, karena kita perlu bahwa energi dari radio aktif ini untuk kepentingan energi kedepan. Jadi harus kita amankan, kalau enggak habis semua kita import barang jadi, karena lolosnya keluar sebagai apa ya pasir,” kata Arifin.