JAKARTA, BN NASIONAL – Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) milik konsorsium anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) akan mulai Commissioning pada September 2024.
Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf mengatakan, program hilirisasi yang dicanangkan oleh pemerintah beberapa tahun terakhir bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada komoditas pertambangan yang dikelola di dalam negeri.
Peningkatan ini secara langsung berdampak pada nilai jual komoditas, memperbesar pendapatan negara hingga menumbuhkan geliat perekonomian nasional. Sebab itu, Grup MIND ID terus konsisten mempercepat penyelesaian proyek hingga Commercial Operation Date (COD) dari setiap proyek strategis.
“Sebagai perusahaan milik negara, MIND ID terus mendukung pemerintah dengan mempercepat proyek strategis, sehingga program hilirisasi Indonesia semakin kuat dan mampu memberikan dampak dan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2024).
SGAR yang dimiliki PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) melalui konsorsium PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan mencapai progres penyelesaian sekitar 97 persen pada September 2024.
Smelter yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat ini diproyeksikan akan rampung pada Februari 2025 yang ditandai dengan masuknya tahapan COD
Dua Anggota MIND ID itu mengucurkan investasi hingga US$830 juta atau setara Rp13,1 triliun untuk proyek SGAR. Nantinya, pabrik pemurnian bijih bauksit ini bisa memproduksi 1 juta ton alumina per tahun.
Proyek ini diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar dengan serapan tenaga kerja hingga 1.000 orang.
“Di tahun depan, Grup MIND ID memiliki beberapa program champion yang tentunya dapat membantu kami dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh negara. Mulai dari ekspansi smelter aluminium, penambahan conveyor batubara, ekspansi kapasitas tin chemical dan tin soldier, hingga pengembangan timah *primer blok #1 dan blok #2,” katanya.





