Indonesia Jadi Tuan Rumah Workshop IAEA: Evaluasi Kesiapan Infrastruktur Energi Nuklir untuk 21 Negara

JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia, melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjadi tuan rumah workshop internasional yang dihadiri 21 negara anggota International Atomic Energy Agency (IAEA). Acara bertajuk “Interregional Workshop on Self-Evaluation on Infrastructure Development for New Nuclear Power Programmes” ini membahas evaluasi kesiapan infrastruktur energi nuklir sebagai bagian dari program kerjasama teknis IAEA.

Workshop ini merupakan forum penting bagi negara-negara yang berencana mengembangkan program energi nuklir. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Mego Pinandito, menyebut acara ini sangat tepat waktu bagi Indonesia, yang saat ini sedang mempersiapkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) dengan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama pada tahun 2032.

“Kami menyadari pentingnya pengembangan infrastruktur nuklir yang kuat guna memastikan program PLTN berjalan sesuai dengan target KEN,” kata Mego di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (23/9/2024).

Baca juga  Resheq membantah laporan yang mengklaim Hamas menghentikan perundingan gencatan senjata di Gaza

Indonesia menjadi tuan rumah Misi Integrated Nuclear Infrastructure Review (INIR) oleh IAEA pada tahun 2009 dan melanjutkan kaji diri pada 2021 untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur energi nuklir. Evaluasi ini mencakup aspek hukum, kelembagaan, dan sumber daya manusia untuk mendukung program energi nuklir nasional di masa depan.

Workshop ini penting bagi negara-negara peserta dalam meningkatkan kemampuan melakukan kaji diri infrastruktur energi nuklir guna memperkuat persiapan program nuklir, baik untuk peluncuran program baru maupun perluasan program yang ada.

Ahli IAEA, Mehmet Ceyhan, menegaskan bahwa IAEA mendukung negara-negara anggotanya melalui Misi INIR dan kaji diri yang menjadi bagian penting dari proses evaluasi infrastruktur energi nuklir. “Kaji diri adalah alat yang berguna bagi negara anggota untuk memulai dan mengembangkan program energi nuklir, yang sangat kompleks dan perlu dipantau dengan cermat,” ujarnya.

Baca juga  Starbucks Akan Membayar $38,9 Juta Untuk Menyelesaikan Pelanggaran Hukum Ketenagakerjaan Kota New York

Program ini bertujuan memberikan pelatihan dan panduan dalam pengembangan infrastruktur energi nuklir, mulai dari aspek teknis hingga aspek umum, yang saling terkait dalam proses implementasi program nuklir.

Partisipasi ahli dari negara-negara yang telah sukses menerapkan teknologi nuklir, seperti Inggris dan Kenya, diharapkan dapat memperkaya diskusi serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi nuklir di negara-negara peserta.