JAKARTA, BN NASIONAL – BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem hilirisasi mineral melalui kolaborasi dengan mitra strategis di sektor manufaktur. Upaya ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk mineral Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih progresif.
Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, menekankan pentingnya kerja sama yang terintegrasi antara industri bahan baku dan manufaktur.
“Hilirisasi mineral harus melibatkan semua pihak, tidak hanya dari kami sebagai holding tambang, tetapi juga dari mitra industri manufaktur. Dengan kolaborasi yang erat, kita dapat menciptakan multiplier effect ekonomi yang lebih besar menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Hendi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI.
Hendi menjelaskan bahwa saat ini MIND ID masih fokus menyediakan bahan baku industri. Namun, keberhasilan hilirisasi membutuhkan dukungan lebih luas untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.
“Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemain utama di rantai pasok global, terutama dalam industri berbasis mineral seperti baterai kendaraan listrik. Untuk itu, bahan baku yang dihasilkan tambang harus terintegrasi dengan sektor manufaktur domestik agar menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, baik untuk pasar lokal maupun internasional,” jelasnya.
Untuk mendukung visi ini, MIND ID mengalokasikan investasi sebesar Rp20,6 triliun pada 2025 untuk lima proyek strategis utama, termasuk:
1. Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang ditargetkan mulai produksi pada kuartal pertama 2025 dengan kapasitas satu juta ton alumina per tahun.
2. Pembangunan smelter aluminium baru di Kuala Tanjung melalui PT Inalum, dengan kapasitas produksi 600 ribu ton aluminium per tahun, untuk memperkuat rantai pasok industri aluminium nasional.
Hendi juga menyoroti pentingnya inovasi dan adopsi teknologi tinggi untuk memastikan bahan baku mineral Indonesia dapat diolah secara efisien dan ramah lingkungan. “Ini adalah langkah strategis untuk memastikan kemandirian industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” tambahnya.
Hendi menggarisbawahi bahwa keberhasilan hilirisasi tidak dapat dicapai secara mandiri. Dukungan mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem industri mineral yang kuat.
“Dengan kolaborasi yang solid, Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga pemimpin global dalam industri berbasis mineral. Inilah visi besar yang ingin kami capai bersama,” pungkas Hendi.
Langkah MIND ID ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju kemandirian energi dan pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan.





