Bahlil Pamer Lifting Minyak Naik Dalam Kepemimpinanya

JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunjukan taringnya dengan pencapaian peningkatan lifting minyak di masa kepemimpinannya.

Bahlil menjabarkan, selama 2 bulan terakhir ini, terjadi peningkatan lifting minyak secara signifikan melalui program-program yang dirinya lakukan.

“Kami juga lapor sampai kepada teman-teman, bahwa lifting kita 2 bulan terakhir ini sudah naik di angka 600 ribu barrel per hari,” kata Bahlil saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (3/1/2025).

Ia menyebut, sebelumnya lifting minyak nasional berada di kisaran 575 sampai 580 barrel per hari. Perubahan yang dilakukan dirinya memberikan dampak yang baik terhadap lifting minyak nasional.

“Jadi waktu saya masuk di bulan Agustus, kemudian kita melakukan beberapa perubahan, September itu kita melakukan penyelesaian, itu produksi kita per hari itu kurang lebih sekitar 575 sampai 580 ribu barrel per hari. Nah 2 bulan terakhir, di November, Desember, itu sudah mencapai 600 sampai 600 ribu barrel per hari,” jelas Bahlil.

Baca juga  Ahmad Ali Heran PSI Dua Kali Tak Lolos Senayan padahal Sudah ‘Jual’ Nama Jokowi: Yang Bodoh Siapa?

Dengan adanya pencapaian ini, Ia berharap dapat bisa mencapai target lifting minyak yang telah ditetapkan pemerintah. Sebab, selama ini target lifting minyak tidak pernah tercapai.

“Mudah-mudahan ini menjadi angin bagus untuk kita memasuki target di 2025. Karena target APBN kita di 2025 itu sebesar 605 barrel per hari, tapi kami yakin ini akan tercapai karena lifting kita kan turun terus. Target APBN dengan realisasi kan hampir tidak pernah tercapai. Nah kali ini kita fokus betul untuk kita mendorong dan kami mengusahakan InsyaAllah bisa melebihi dari target APBN,” jelasnya.

Bahlil juga membeberkan, salah satu langkah yang dilakukan untuk mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) mencapai target melalui pembagian hasil.

“Karena itu kita melakukan reform, berbagai langkah-langkah yang saling menguntungkan antara K3S dengan pemerintah, termasuk pembagian pada pembagian hasil apakah dia gross split atau cost recovery. Kita cari jalan tengahnya agar teman-teman K3S bisa meningkatkan produksi,” ujarnya.

Baca juga  Kepolisian Dikecam karena Tutup Informasi Mayat Anak Laki-laki di Sungai