PHE Catat Produksi Minyak dan Gas Tertinggi, Dukung Swasembada Energi Nasional  

JAKARTA, BN NASIONAL – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, menutup tahun 2024 dengan capaian signifikan dalam mendukung program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah, khususnya terkait swasembada energi.

PHE berhasil membukukan produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari (BOPD) dan gas bumi sebanyak 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).  

Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dari lima regional operasional Subholding Upstream Pertamina:  

– Produksi Minyak:  

  – Regional 1 (Sumatra): 203 ribu BOPD  

  – Regional 2 (Jawa): 54 ribu BOPD  

  – Regional 3 (Kalimantan): 58 ribu BOPD  

  – Regional 4 (Indonesia Timur): 85 ribu BOPD  

  – Regional 5 (Luar Negeri): 156 ribu BOPD  

– Produksi Gas Bumi:  

  – Regional 1 (Sumatra): 823 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD)  

  – Regional 2 (Jawa): 356 MMSCFD  

Baca juga  Letusan Gunung Berapi di Islandia Mungkin Berlangsung Beberapa Dekade – Mungkin Berabad-abad

  – Regional 3 (Kalimantan): 622 MMSCFD  

  – Regional 4 (Indonesia Timur): 653 MMSCFD  

  – Regional 5 (Luar Negeri): 375 MMSCFD  

Meningkatkan Aktivitas Operasional  

PHE berhasil menyelesaikan 814 pengeboran sumur pengembangan, naik dari 801 sumur pada 2023. Selain itu, 919 pekerjaan workover dan 33.687 well intervention services (WIWS) telah dilakukan, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.  

Inisiatif strategis lain yang berkontribusi pada peningkatan produksi meliputi:  

– Pengembangan subsurface baru di Gunung Kemala dengan rata-rata produksi awal 735 BOPD.  

– Sumur eksplorasi stepout dan nearfield seperti Lembak-Kemang-Tapus, menghasilkan 1.700 BOPD.  

– Implementasi multi-stage fracturing (MSF) di lapangan Kotabatak, yang meningkatkan produksi awal hingga 523 BOPD.  

– Akselerasi Put on Production (POP) untuk sumur eksplorasi seperti East Pondok Aren, Astrea, dan Pinang East, memungkinkan kontribusi langsung ke produksi migas kurang dari satu tahun sejak penemuan.  

Baca juga  Nikel Limonit Jadi Kunci, Indonesia Kuasai 43 persen Cadangan Global

– Pengembangan lanjutan steamflood di lapangan Duri, fracturing masif pada 169 sumur di reservoir berkualitas rendah, serta pengembangan Waterflood EOR di struktur baru seperti Tanjung, Handil, Pager, dan E-Main.  

PHE terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap operasionalnya, termasuk melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.

“Kami memastikan perusahaan beroperasi secara profesional, bersih, dan bebas dari praktik suap,” ujar Direktur Utama PHE Chalid Said Salim dalam keterangannya, Senin (6/1/2025).

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Perwira dan Mitra Kerja yang berkolaborasi berdasarkan nilai-nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).  

“Capaian ini tidak hanya mendukung target pemerintah untuk swasembada energi, tetapi juga menjadi langkah nyata mewujudkan Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola yang baik,” pungkas Chalid.

Baca juga  Yang meninggal, yang mendapat untung, dan mengapa merek tidak bisa menjauh