JAKARTA, BN NASIONAL – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya membeberkan alasan di Bangka Belitung yang kaya dengan komoditas timah sebagai bahan bakunya tidak akan dibangun pabrik telepon genggam.
Bambang mengatakan, hilirisasi timah di Indonesia hanya berhenti sampai bahan setengah jadi (Intermediate) seperti yang dilakukan PT Timah.
“Hilirisasi timah kita hanya akan berhenti kepada barang intermediate saja, jika kita hanya berpikir tentang kita ingin melakukan hilirisasi timah. Karena produknya bagi perusahaan-perusahaan pertambangan mereka hanya kepada barang intermediate,” kata Bambang dalam acara MINDidalogue di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Menurut Bambang, hilirisasi timah yang dilakukan PT Timah yang paling ujung hanya akan mencapai pada produk tin plate, tin solder, dan tin chemical.
“Misalkan kepada PT Timah dia hanya akan berhenti paling ujung itu, hilirnya paling tin plate, tin solder, atau mungkin tin chemical. Sudah selesai,” jelas Bambang.
Hal ini, sangat disayangkan oleh Bambang karena komoditas timah berperan penting untuk industri elektronik yang dapat dimaksimalkan lebih oleh pemerintah.
“Banyak ketika terkait dengan barang-barang elektronik dan sebagainya, karena timah itu hanya merupakan barang supplement saja. Tidak bisa bapak hanya berharap atau ibu atau siapapun investor berpikir, saya akan timah karena dia barang suplemen. Tetapi di dalam handphone ini perlu sedikit,” jelasnya.
Melihat kondisi yang terjadi saat ini, Bambang menilai, pabrik telepon gengam tidak akan bangun pabriknya di Bangka Belitung karena ekosistem yang belum tercipta.
“Tetapi kan tidak mungkin kita mendirikan pabrik handphone di Bangka Belitung hanya gara-gara timah. Tetapi ketika kita berpikir ini secara ekosistem, dengan juga barang-barang lain, nickel atau mungkin barang-barang lain, ini akan menjadi satu yang namanya industrialisasi. Dan ini sesuai sekali dengan astacita presiden yang kelima, melanjutkan hilirisasi dan industri lanjutan,” ujarnya.





