Pemerintah Beberkan 28 Lokasi Potensial Dibangun PLTN

JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan 28 lokasi potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

28 lokasi potensi tersebut datanya didapat dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang sudah dilebur menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), namun sudah lama dan perlu diperbaharui lagi.

“Sehingga kami mendapatkan data dari BRIN. Sebetulnya dulu BATAN telah mengidentifikasi 28 lokasi di Indonesia,” kata Eniya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (18/2/2025).

Berikut daftar lokasinya;

1. Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung – 4 GW

2. Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung – 6 GW

3. Ujung Lemahabang, Jepara, Semenanjung Muria Provinsi Jawa Tengah – 7 GW

4. Kramatwatu-Bojanegara Provinsi Banten – 4 GW

5. Pangkalan Susu, Langkat Provinsi Sumatera Utara – 4 GW

Baca juga  Perpol Kapolri Tak Langgar Putusan MK dan Sudah Dilaporkan ke Presiden

6. Tanjung balau, Asahan Provinsi Sumatera Utara – 4 GW

7. Bintan Provinsi Riau – 0,1 GW

8. Air Hitam, Ketapang Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

9. Kuala Jelai Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

10. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah – 3 GW

11. Muna Provinsi Sulawesi Tengah – 3 GW

12. Toari, Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara – 4 GW

13. Tanjung Kobul, Maba, Halmahera Provinsi Maluku – 0,2 GW

14. Merauke Provinsi Papua – 0,2 GW

15. Timika Provinsi Papua – 0,2 GW

16. Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat – 0,2 GW

17. Gerokgak, Buleleng Provinsi Bali – 0,1 GW

18. Batam Provinsi Kepulauan Riau – 0,5 GW

19. Pulau Semesa Provinsi Kalimantan Barat – 1 GW

20. Pantai Gosong Provinsi Kalimatan Barat – 1 GW

Baca juga  RWBY Akan RTRN Dengan Bantuan Dari Viz Media

21. Sambas Provinsi Kalimantan Barat – 1 GW

22. ramatjaya, Kendangan, Ketapang Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

23. Muara Pawan, Ketapang Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

24. Pagar Mentimun, Ketapang Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

25. Kendawanngan, Ketapang Provinsi Kalimantan Barat – 4 GW

26. Sangata Provinsi Kalimantan Timur – 1 GW

27. PPU, Babulu laut Provinsi Kalimantan Timur – 1 GW

28. Samboja Provinsi Kalimantan Timur – 1 GW

Dari 28 lokasi potensi yang ditetapkan oleh Batan ini, terdapat 12 lokasi skrining faktor penolakan, 12 pra survei, 1 penapisan, dan 3 selesai evaluasi.

Kemudian, Kementerian ESDM akan melakukan reevaluasi terhadap 28 lokasi potensial tersebut untuk pembangunan PLTN terhadap penerimaan masyarakat (acceptance).

“Dan perlu digaris bawahi bahwa lokasi ini harus dilakukan revaluasi lagi, karena acceptance dari masyarakat juga perlu diupdate,” ujar Eniya.

Baca juga  Apa yang tersisa selama ini, jejak berliku di Mars? Pengorbit NASA memiliki jawabannya

Selain itu, survei ulang juga harus dilakukan untuk mengetahui kondisi terbaru dari masing-masing lokasi dengan karakteristiknya masing-masing.

“Surveinya bagaimana, kondisi pertanahannya seperti apa. Semua harus mulai di review kembali tentang data-data ini karena sudah lampau,” jelas Eniya.