JAKARTA, BN NASIONAL – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyatakan kesiapannya apabila dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi impor minyak mentah yang merugikan negara.
Dalam keterangannya kepada CNN Indonesia, Kamis (27/2), Ahok menegaskan bahwa dirinya akan memberikan keterangan sesuai kebutuhan penyelidikan. “Ya bisa saja, dan aku senang jika diminta keterangan,” ujarnya melalui pesan singkat.
Meski tidak secara gamblang menyebut apakah dirinya mengetahui detail modus impor BBM yang bermasalah, Ahok mengungkapkan bahwa aspek tersebut lebih berkaitan dengan teknis pengadaan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pertamina memiliki sistem pengawasan berlapis, termasuk dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, jika memang terjadi penyimpangan dalam impor BBM, maka kemungkinan besar melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan proses tersebut.
“Kami hanya melakukan pengawasan dan memberikan saran jika ada laporan. Anak perusahaan juga memiliki dewan komisaris dan komisaris utama sendiri,” jelasnya.
Kasus impor minyak mentah di Pertamina tengah menjadi sorotan setelah Kejagung mengusut dugaan kerugian negara dalam proses pengadaan. Hingga kini, sejumlah pihak terkait disebut bakal dimintai keterangan guna mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Penulis: Dany
Editor: Nico Alp





