JAKARTA, BN NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan tambang minyak dan gas (migas) ilegal yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Melalui Peraturan Menteri (Permen) baru yang digodok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), solusi win-win ditawarkan dengan mengedepankan teknologi dan legalisasi lewat skema kerja sama.
Staf Ahli Menteri ESDM, M. Iksan, menjelaskan bahwa regulasi ini akan memberi keleluasaan bagi pemanfaatan teknologi pada sumur-sumur tua, termasuk yang selama ini beroperasi secara ilegal.
“Sumur-sumur tua yang ditinggalkan akan diberikan keleluasaan untuk menggunakan teknologi agar bisa produksi lebih banyak lagi. Jadi bukan hanya ‘nyuci’ sumur, tapi bisa terapkan teknologi, pindah layer, ngebor lagi, ngebor samping, dan lainnya,” jelas Iksan dalam keterangannya, Selasa (8/4/2025).
Pemerintah juga membuka peluang pengelolaan sumur tua secara legal melalui skema kerja sama operasional (KSO), termasuk kemungkinan pelibatan koperasi lokal sebagai mitra usaha.
“Jadi kita buka opsi, bisa KSO atau dikelola koperasi, selama legal,” tambahnya.
Alih-alih langsung menutup atau menindak, pemerintah memilih pendekatan pembinaan terhadap pelaku tambang migas ilegal. Pertamina bersama pemerintah daerah akan mendampingi pelaku agar mampu beroperasi sesuai standar industri.
“Kalau sumur tua yang ilegal, kita kasih mekanisme agar aman. Mereka nantinya akan dibina oleh Pertamina dan pemda untuk menerapkan teknik produksi yang baik. Kalau dalam 3-4 tahun tidak bisa, ya ditutup lagi,” kata Iksan.
Nantinya, hasil produksi dari sumur-sumur tersebut wajib dijual ke Pertamina. Penampungan minyak bisa dilakukan oleh koperasi atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk secara resmi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi, di tengah tantangan keterbatasan SDA dan ketergantungan terhadap teknologi asing.
“Pemerintah terus melakukan upaya melalui peningkatan produksi energi dan pengembangan energi terbarukan. Kita ingin agar bangsa ini benar-benar bisa swasembada energi,” ujarnya.





