Limbah Nikel Bisa Jadi Beton Kuat, BRIN Buka Jalan Inovasi Ramah Lingkungan

JAKARTA, BN NASIONAL – Pusat Riset Komposit dan Biomaterial Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pemanfaatan limbah padat nikel untuk meningkatkan kekuatan beton. Terobosan ini dinilai bukan hanya solusi bagi masalah limbah, tetapi juga peluang bagi pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

“Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar. Namun, limbah industrinya, seperti karbon sulfur dan dirty sulfur, sebagian besar masih belum termanfaatkan,” kata Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, dalam forum ilmiah ORNAMAT #70 yang digelar daring, Selasa (26/8/2025).

Penelitian di PT Vale Indonesia, Sulawesi Tengah, menemukan bahwa karbon sulfur dan dirty sulfur bukan termasuk limbah B3 berdasarkan uji XRD, SEM, termografi, dan TCLP sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pemanfaatan limbah nikel sebagai substitusi agregat halus dan kasar, maupun filler dalam beton terbukti meningkatkan kuat tekan, terutama karbon sulfur pada masa peram 28 hari,” jelas Vian.

Baca juga  Omicron Ditemukan di Hampir Sepertiga Negara Bagian AS

Beton berbahan limbah nikel berpotensi diaplikasikan untuk batako, paving block, kolom jalan, hingga fondasi. Selain itu, riset ini dapat mendorong kolaborasi dengan UMKM dan pemerintah daerah.

Sebagai catatan, nikel merupakan mineral strategis untuk industri kendaraan listrik, dengan permintaan global yang diproyeksikan melonjak dari 3.322 metrik ton pada 2025 menjadi 6.265,74 metrik ton.