Oleh Mohamed Elashi, Euronews, Berita Afrika
Diterbitkan pada
•Diperbarui
Suasana aktivasi budaya Royal Air Maroc di Rabat Fan Zone mencerminkan semangat Piala Afrika 2025, ketika sepak bola, budaya, dan keterlibatan penggemar bersatu di ibu kota Maroko. Dari permainan interaktif hingga perayaan langsung, Fan Zone telah menjadi pusat energi yang mencerminkan meningkatnya kegembiraan seputar turnamen.
Di lapangan, Grup A dan B kembali beraksi pada hari kedua babak kedua, dengan tuan rumah menjadi sorotan.
Di Grup A, Maroko dan Mali bermain imbang di Rabat, dengan VAR terbukti menentukan saat kedua belah pihak sukses mengonversi penalti. Kembalinya Mali yang terlambat membuat harapan mereka untuk lolos ke babak gugur tetap hidup, sementara Maroko tetap berada di posisi yang baik menjelang pertandingan grup terakhir mereka melawan Zambia pada hari Senin.
Sebelumnya, Grup B menampilkan pertandingan blockbuster di Agadir. Pemain Mesir Mohamed Salah mengonversi penalti pada babak pertama sebelum Firaun dikurangi menjadi sepuluh orang. Meskipun mendapat tekanan terus-menerus dari Afrika Selatan, Mesir bertahan dengan kemenangan tipis 1-0, menjadi tim pertama yang lolos ke babak sistem gugur AFCON 2025.
Jauh dari stadion, AFCON 2025 terus berkembang pesat di seluruh Rabat. Para penggemar telah menikmati permainan sepak bola mini, tantangan interaktif, dan hiburan langsung yang merayakan olahraga dan budaya Maroko. Dari Fan Zone hingga Atlantic Corniche, jaringan transportasi modern dan ruang publik kota ini memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman turnamen.
JetMedia Digital Agency
BN Nasional





