Jakarta, BN Nasional – Pasalnya, tidak tepat menargetkan suatu pengendalian penyakit menular apapun menjadi endemi.
“Setiap penyakit itu, sejauh yang saya tahu sebagai epidemiolog lebih dari 20 tahun ini dan terlibat dalam manajemen pengendalian penyakit menular tidak hanya di tingkat nasional tetapi global, itu tidak pernah menargetkan suatu penyakit menjadi endemi, tidak boleh. Tidak tepat karena endemi itu tetap ada kematian dan akan ada kesakitan yang parah. Bahkan dampaknya bukan hanya pada sakit saja tetapi bertahun-tahun atau long Covid-19,” kata Dicky saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (12/6/2022).
“Sekali lagi tidak boleh dan tidak tepat menargetkan suatu pengendalian penyakit menular apapun itu dijadikan endemi, tetapi harus terkendali,” sambungnya.
Dicky menjelaskan penyakit Covid-19 ini ada kecenderungan menjadi endemi memang besar, tetapi bukan berarti dinyatakan berhasil dan aman. Untuk itu, target untuk pengendalian pandemi adalah terkendali. Dalam hal ini, dari pandemi ke status endemi ini harus menuju ke arah terkendali.
Lebih lanjut, Dicky menyebutkan secara faktual ada kemungkinan sebagian daerah di Indonesia berada di level endemi, jika dilihat dari sisi indikator. “Endemi ini bukan suatu situasi yang statis, tetapi bisa juga menjadi epidemi seperti monkeypox. Monkeypox itu endemi di suatu daerah tetapi karena abai, termarjinalkan dan tidak dipedulikan akhirnya menjadi epidemi,” paparnya.
Dicky menegaskan kondisi ini harus disadari karena meski ada daerah sudah mengalami endemi, tetapi status secara keseluruhan saat ini masih pandemi. Pasalnya. untuk menetapkan dan mencabut status pandemi merupakan kewenangan dari WHO. Apalagi Indonesia terikat dengan WHO karena tercatat sebagai anggota WHO.
“Mau kita nyatakan apapun tetapi tetap kewenangan suatu penyakit dinyatakan pandemi atau sudah dicabut statusnya pandemi menjadi kewenangan WHO. Mau kita buat apapun dalam regulasi apapun Indonesia terikat dalam konferensi internasional, namanya International Health Regulations (IHR) tahun 2005,” ucapnya.
Status terikat ini, kata Dicky membuat Indonesia tidak bisa menyatakan situasi endemi atau apapun untuk keputusan tersendiri. Hal tersebut bisa dilakukan jika Indonesia keluar dari WHO.
Dikatakan Dicky, situasi Indonesia saat ini menunjukkan progres yang sudah membaik, namun strategi komunikasi risiko hingga saat ini salah sehingga muncul euforia berlebihan membuat masyarakat mengabaikan dan sangat berbahaya.
“Ingat salah satu kunci keberhasilan pengendalian wabah adalah komunikasi yang jelas, konsisten dan tepat. Artinya, semua berita baik itu berita baik ataupun buruk dan ancaman harus sampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.





