Jakarta, BN Nasional – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan Amerika Serikat melakukan MoU Clean Energy Working Group Indonesia-Amerika Serikat untuk pengembangan energi bersih di Indonesia.
MoU ini menggantikan MoU Power Working Group yang ditandatangani 2015 lalu. MoU ini menjadi dasar kerja sama serta mendorong dan mempromosikan kerja sama bilateral di bidang energi bersih.
“”MoU ini akan menjadi dasar hubungan kerjasama serta mendorong dan mempromosikan kerjasama bilateral di bidang energi bersih dan terbarukan di Indonesia. Ini akan mencakup berbagai bidang, seperti CCUS, keamanan siber, teknologi PLTN SMR, panas bumi, bioetanol, dan teknologi kota pintar untuk ibu kota baru, Ibu Kota Negara. Kerja sama ini juga akan menggantikan MoU Power Working Group yang sebelumnya ditandatangani pada 2015,” ujar Rida dalam sambutannya setelah penandatangan MoU di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (16/3).
Berberapa waktu lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif melakukan pertemuan dengan perusahaan asal Amerika yang pertama dan satu-satunya mendapatkan sertifikasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Small Modular Reactor (SMR).
“Kemarin kita sempat ketemu sama satu perusahaan Amerika yang mendapatkan sertifikasi dari pemerintah Amerika, satu-satunya,” kata Arifin di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Arifin menjelaskan, perusahaan tesebut sedang membangun dua PLTN SMR di Amerika dan Rumania yang ditargetkan akan memulai operasional dan menyalurkan listriknya pada tahun 2028 dan 2029.
“Mereka lagi bangun dua SMR, satu di Amerika satu di Rumania. Nanti akan Commercial Operation Date (COD) 2028 dan 2029,” kata Arifin.
Kementerian ESDM akan melihat terlebih dahulu bagiamana pembuktian teknologinya, kehandalan, dan keamanan dari teknologi tersebut agar dapat diwujudkan di Indonesia.
“Kita akan liat smrnya ini proven, relaible, safe itu kita liat dulu kalau sudah dikaji kayak itu baru kita pikirin,” kata Arifin.
Pembangkit secara kecil tersebut digadang-gadang memiliki biaya listrik per kWh yang dapat bersaing dengan pembangkit listrik yang sudah ada.
“Kan ada modulnya yang kecil, yang penting energi bersih. Katanya, cost elektricity bersaing, bisa satu digit,” katanya.
Satu-satunya perusahaan Amerika yang mendapatkan sertifikasi Small Modular Reactor (SMR) dari Komisi Regulasi Nuklir AS (NRC) adalah NuScale Power.
SMR NuScale Power memiliki desain Advanced Light-Water dengan modul daya yang mampu menghasilkan 50 megawatt listrik yang diberi nama NuScale VOYGR SMR.
NuScale VOYGR dapat menampung hingga 12 modul daya buatan pabrik yang setara dengan sepertiga dari ukuran reaktor skala besar. Modul daya memanfaatkan proses alami untuk mendinginkan reaktor secara pasif tanpa tambahan air, daya, atau tindakan operator dengan konveksi dan gravitasi.
NuScale juga sudah memiliki 19 perjanjian domestik dan internasional yang ditandatangani dan aktif untuk menyebarkan pembangkit SMR di 12 negara berbeda, termasuk Polandia, Rumania, Republik Ceko, dan Yordania selain Proyek Pembangkit Listrik Bebas Karbon. (Louis/Rd)





