BRIN dan PBB Jajaki Kolaborasi Pemanfaatan Teknologi Nuklir untuk Atasi Isu Global

JAKARTA, BN NASIONAL – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Radioisotop, Radiofarmaka, dan Biodosimetri (PR TRRB) menerima kunjungan delegasi United Nations Resident Coordinator (UNRC) untuk Indonesia di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) G.A. Siwabessy, Pasar Jumat, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Delegasi UNRC dipimpin oleh Gita Sabharwal (UN Resident Coordinator for Indonesia), bersama Matthew David Johnson-Idan (Head of RC Office), Diandra Pratami (Economist, UN RC Office), dan Medina Basaib (Digital Communications, UN RC Office). Mereka disambut oleh Kepala PR TRRB BRIN, Tita Puspitasari, yang juga bertindak sebagai National Project Coordinator (NPC) Indonesia untuk proyek RAS1031.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) dan Gamma Rays. Delegasi PBB itu menunjukkan ketertarikan pada riset BRIN, khususnya terkait aplikasi teknologi nuklir dalam pengelolaan sampah plastik, ketahanan pangan, kesehatan, pertanian, hingga lingkungan.

Baca juga  Sembilan pejuang perlawanan tewas dalam pemboman Israel terhadap dua kendaraan di Tulkarem

“Tujuan utama kunjungan ini adalah melihat langsung bagaimana riset dilakukan, serta bagaimana teknologi nuklir dapat menjawab isu-isu global,” ujar Tita.

Tita menambahkan, BRIN selama ini telah bekerja sama dengan sejumlah badan di bawah PBB seperti WHO dan FAO. Namun, sinergi langsung dengan PBB sebagai induk organisasi masih perlu diperkuat. “Kunjungan ini diharapkan memperluas kolaborasi riset dan sinergi program, sehingga dampak penelitian BRIN tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga secara global,” jelasnya.

Selain itu, UNRC juga mendapatkan informasi mengenai rencana BRIN mengoperasikan mesin elektron skala besar, termasuk hibah mesin 2,5 GB yang segera diterima. Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk riset pengolahan plastik dan aplikasi nuklir lainnya.

Gita Sabharwal menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkunjung ke fasilitas AEET dan Gamma Rays. Ia menilai pengalaman tersebut memperlihatkan inovasi BRIN dalam mengolah sampah plastik menjadi material pembangunan serta produk industri lain.

Baca juga  Pertamina Drilling Temukan Cadangan Gas Baru di Nunukan

Menurutnya, ada dua fokus utama riset BRIN yang relevan dengan agenda global. Pertama, pengelolaan sampah plastik melalui teknologi berkas elektron (electron beam). Kedua, iradiasi pangan yang berperan penting dalam meningkatkan keamanan pangan, memperpanjang masa simpan, serta mendukung produk Indonesia agar memenuhi standar ekspor.

“Kami ingin memahami lebih dalam riset dan inovasi BRIN, khususnya dalam pengurangan sampah plastik dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Gita.

Kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi strategis antara BRIN dan PBB dalam pemanfaatan teknologi nuklir. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pemanfaatan hasil riset sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional agar sejalan dengan agenda global.