BRIN Genjot SDM Nuklir Hadapi PLTN Komersial 2032, Gandeng Jepang Percepat Transfer Teknologi

JAKARTA, BN NASIONAL – Dalam mendukung target pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pada 2032, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi radiasi dan nuklir.

Langkah ini menjadi kunci untuk mendorong transisi energi bersih menuju Net Zero Emission 2060.

Sebagai bagian dari upaya strategis tersebut, BRIN menjalin kerja sama erat dengan Japan Atomic Energy Agency (JAEA). Kolaborasi ini dikukuhkan dalam “The JFY 2024 Steering Committee Meeting: National Research and Innovation Agency (BRIN) and Japan Atomic Energy Agency (JAEA)” yang berlangsung pada 17–18 Februari 2025 di Jakarta.

Plt. Direktur Pengembangan Kompetensi pada Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Rahma Lina, menegaskan bahwa BRIN memiliki peran krusial sebagai pusat pelatihan, mediator, dan penyedia dukungan teknis dalam pengembangan serta pengoperasian PLTN di Indonesia.

Baca juga  Menteri ESDM Minta Pembangunan PLTN Sesuai Mekanisme Bapeten

“Sebagai lembaga pendukung teknis, BRIN menjembatani kolaborasi dengan mitra internasional dan menyusun peta jalan penguatan kapasitas tenaga nuklir nasional. Melalui program pelatihan, magang, serta workshop manajemen proyek nuklir, BRIN memastikan kesiapan SDM dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan PLTN di masa depan,” ujar Rahma, Senin (17/2/2025).

Pada 2025, BRIN akan menggelar berbagai skema pelatihan SDM yang meliputi program gelar dan non-gelar, dengan fokus utama pada penguatan kapasitas tenaga nuklir nasional. Kerja sama dengan JAEA diarahkan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, melalui program non-gelar seperti workshop dan magang mahasiswa.

Selain pengembangan SDM, BRIN turut mengakselerasi revitalisasi dan modernisasi fasilitas nuklir di Indonesia. Saat ini, BRIN mengelola tiga reaktor nuklir yang tersebar di tiga lokasi strategis, yakni:

1. Kawasan Sains dan Teknologi Habibie Serpong: Fokus pada penelitian nuklir lanjutan dan dekomisioning fasilitas.

Baca juga  Saksikan: Gajah Luar Biasa Mengubah Selang Sederhana Menjadi Alat Mandi yang Canggih

2. Kawasan Sains dan Teknologi G.A. Siwabessy, Jakarta Selatan: Berperan dalam layanan teknologi radiasi, aplikasi medis seperti terapi proton, produksi radioisotop, serta riset terapan Non-Destructive Testing (NDT) dan penanggalan karbon.

3. Kawasan Sains dan Teknologi Achmad Baiquni, Yogyakarta: Menjadi pusat integrasi antara Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dengan fasilitas nuklir dan radiasi untuk mendukung pendidikan, penelitian, pelatihan, dan sertifikasi tenaga ahli.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, menambahkan bahwa penguatan kapasitas SDM juga dibarengi dengan peningkatan kesadaran akan keselamatan nuklir dan penerimaan publik terhadap PLTN.

“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas lembaga, baik dalam maupun luar negeri, untuk memastikan pengembangan PLTN berjalan sesuai standar keselamatan internasional. Ini langkah penting guna mendukung transisi energi bersih dan pencapaian Net Zero Emission 2060,” kata Edy.

Baca juga  Pemuda Palestina terluka akibat penembakan pasukan pendudukan Israel di desa Nablus

Dengan upaya ini, BRIN kian mengokohkan perannya sebagai motor penggerak penguatan kapasitas SDM dan infrastruktur teknologi nuklir di Indonesia. Sinergi bersama JAEA diharapkan dapat mempercepat terwujudnya PLTN yang aman, efisien, dan berkelanjutan demi kemandirian energi nasional.