Dampak Konflik Hamas-Israel Terhadap Harga Minyak Indonesia

JAKARTA, BN NASIONAL

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui perang antara Hamas-Israel mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, permasalahan logistik dan lainnya membuat pengaruh harga minyak.

Namun, hal ini belum terlalu signifikan.

“Tapi kalau ini berlangsung cukup lama, saya kira akan berpengaruh ke harga minyak, termasuk harga minyak mentah Indonesia (ICP). ICP ini kan ada dua hal yang kita lihat, pertama akan berpengaruh ke crude oil kita, dan harga fuel kita,” kata Tutuka, Selasa (17/10/2023).

Menurutnya, hal itu karena Indonesia saat ini impor minyak mentah (crude) dan bahan bakar minyak atau BBM (fuel).

Jika diibaratkan dalam presentasi jumlah impor minyak mentah yang dimasukkan ke kilang yang ada di Indonesia, kurang lebih jumlahnya sama dengan jumlah impor BBM dari kilang Indonesia.

Baca juga  Sebanyak 4.558 Peserta Lulus CPNS Kemenkumham 2021

“Jadi kalau harga minyak naik memang menguntungkan di hulu, tapi di hilir terkena juga,” jelaskan.

Ditambahkannya, kalau terlalu tinggi sekitar 100an itu kurang menguntungkan bagi negara, tapi kalau masih angka-angka sekarang ini masih cukup baik.

Dikatakan pula, terkait kebijakan harga BBM Pertalite yang statusnya Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) itu merupakan keputusan pemerintah sendiri.

“(Jadi) dari Pak Presiden, Pak Menteri untuk menetapkan itu. Jadi itu hal lain yang dipergunakan atau ditujukan membantu masyarakat sehingga tetap di keekonomian, jadi suatu hal yang berbeda,” tutupnya.(*)