JAKARTA, BN NASIONAL
LETJEN TNI Purnawirawan Bambang Suswantono berdiri paling depan untuk memberantas gratifikasi di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pasalnya, Bambang di percaya menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) sekaligus menjabat Plt. Direktur Jenderal (Di rjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM.
Setelah kejadian dugaan korupsi tunjangan kinerja (Tukin) dan dugaan korupsi izin tambang di Blok Mandiodo, Bambang tidak akan membiarkan adanya pegawai yang bermain dengan perusahaan.
“Jelas dong, kan saya sudah bilang tidak ada lagi suap-menyuap. Tidak ada lagi gratifikasi, saya berdiri paling depan,” kata Bambang saat di temui di Kementerian ESDM, Senin (16/10/2023).
Bambang yang dulunya seorang Jenderal TNI menggunakan bahasa “potong kompas” yang khas di dunia tentara, memiliki arti jalan pintas. Di rinya tidak ingin di
Di tjen Minerba ada yang memberikan akses kepada perusahaan untuk potong kompas.
“Tidak ada (potong kompas),” tegasnya.
Untuk mencegah kecurangan yang di lakukan oleh pegawai terulang kembali, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian ESDM akan melakukan audit menyeluruh untuk tahun 2023 dan seterusnya.
“Sekarang ini penyapuan untuk sampai akhir tahun kita secara menyeluruh, mana yang belum di audit kita audit untuk menutup kekurangan yang belum di audit,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk memperbaiki kinerja internal Kementerian ESDM, pihaknya akan membenahi mulai dari sumber daya manusia (SDM), tata kelola, sampai aturannya.
“Ya kan semua masalah tata kelola, makanya kita benahi pelan-pelan. Tidak hanya manusianya, tapi tata kelolanya dan aturannya. Pelan-pelan, kita butuh waktu,” katanya.(*)





