25.4 C
Jakarta

Dari Total Anggaran Kementerian ESDM Rp9,39 Triliun, 55 Persen Kembali Masyarakat

Published:

JAKARTA, BN NASIONAL

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp9,39 triliun. Dari anggaran tersebut, 55,3 persennya dialokasikan kepada masyarakat.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, Kementerian ESDM berkomitmen mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kepentingan masyarakat secara langsung.

“Kementerian ESDM mengalokasikan sebesar 55,3% atau Rp5,19 triliun Pagu Indikatif 2025 dialokasikan untuk infrastruktur dan survei sumber daya alam, antara lain: Pipa Cisem Tahap II Batang – Cirebon – Kandang Haur Timur dan Dusem, BPBL, PLTS Penunjang, PLTS, PLTMH, dan PLTM, Mitigasi Bencana Geologi dan Pos Pengamar Gunung Api,” kata Arifin dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (5/6/2024).

Menteri Arifin merinci, Rp5,19 triliun alokasi anggaran yang diusulkan Kementerian ESDM untuk infrastruktur masyarakat antara lain dipergunakan untuk pipa gas bumi Cirebon – Semarang (Cisem) Tahap II dan Dumai – Sei Mangkei (Dusem), pembangunan PLTS penunjang, konservasi dan tata ruang 5 Kegiatan, pos pengamatan gunung api, pembangunan PLT Surya, mitigasi Bencana Geologi, pembanguan pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) serta pemberian bantuan pemasangan baru listrik bagi rumah tangga tidak mampu.

“Anggaran tersebut belum termasuk anggaran untuk jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas), konverter kita (Konkit) untuk Petani dan Nelayan,”ujar Arifin.

Usulan tersebut tertuang dalam Rencana Kerja & Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) untuk Tahun Anggaran (TA) 2025.

Jumlah anggaran ini naik dibandingkan nominal Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, yang menetapkan Pagu Indikatif Kementerian ESDM TA 2025 sebesar.**

Related articles

Recent articles

spot_img