Dikunjungi Presiden, Smelter Alumina di Kalbar Ditargetkan Selesai Juni 2024

JAKARTA, BN NASIONAL

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) milik PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) melalui join PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Jokowi melakukan kunjungan untuk memastikan pembangunan SGAR Phase 1 yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dapat rampun sesuai dengan waktu yang d itargetkan.

“Kita masuk ke bauksit di sini yang bauksit karena biji bauksit yang paling banyak itu memang berada di Provinsi Kalimantan Barat,” kata Jokowi dalam keterangan resminya, d ikutip Kamis (21/3/2024).

Selain itu, tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor alumina. Jokowi menyebut bahwa nantinya alumina yang d iproduksi di SGAR akan d ikirim ke Kuala Tanjung untuk diolah menjadi aluminium.

“Saya kira ini akan menjadi substitusi impor sehingga devisa kita tidak keluar, bisa menyimpan devisa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Baca juga  Kematian seorang sutradara unicorn Alex Scharfman tentang membuat komedi gelap yang tepat waktu

Presiden pun berharap proyek SGAR dapat selesai pada Juni 2024 mendatang dan akan beroperasi penuh pada awal tahun 2025. Presiden juga mengungkapkan bahwa visi integrasi industri ini dengan sektor lainnya, seperti pembuatan komponen kendaraan listrik, yang akan melibatkan bahan baku nikel dan tembaga.

“Hasil dari SAGR Mempawah ini d isiapkan juga untuk EV baterai. EV baterainya selesai. Nanti tembaganya yang di Gresik dan NTT selesai pada Bulan Mei 2024,” katanya.

Menurutnya, jika ekosistem saling terintegerasi dengan semua komponen di EV d ibuat di dalam negeri dari hulu sampai ke hilir, maka akan membuat hal tersebut menjadi sangat efisien.

“Jadi satu terintegrasi. Sehingga efisien, barangnya kompetitif, bisa bersaing dengan yang lain. Goalnya kesana.” jelasnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, SGAR di Mempawah tersebut telah mendukung terciptanya integrasi industri aluminium dari hulu hingga hilir.

Baca juga  Tak Banyak Beda, Berikut Tahapan SNMPTN 2022 yang Dimulai Pada 28 Desember 2021

SGAR ini juga d ilengkapi oleh penghubungan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit dari Antam dengan pabrik peleburan aluminium di Inalum.

“Pembangunan Smelter ini memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar salah satunya dengan penyerapan lebih dari dua ribu lapangan pekerjaan,” kata Erick.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso mengatakan, MIND ID terus menjalankan tugas dan mandat pemerintah untuk bersinergi mengolah hasil sumber daya alam mineral untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan yang lebih cerah. Smelter alumina ini akan berimplikasi langsung pada penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang.

“Dengan rampungnya SGAR Phase 1 di Kabupaten Mempawah ini, posisi Indonesia di rantai pasok global akan semakin solid, sehingga mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi global ke depan,” jelas Hendi.

Baca juga  Jonathan Bennett Menandai Tahun ke-10 Menjadi Tuan Rumah Tahun Baru di Times Square

D iketahui, SGAR Phase 1 Mempawah merupakan bagian dari aksi korporasi Inalum dalam menciptakan ekosistem industri aluminium terintegrasi dari hulu (bijih bauksit) hingga hilir.

Proyek SGAR Mempawah ini menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit di Kalimantan Barat dengan pabrik peleburan aluminium.

Nilai investasi PSN ini mencapai US$831 juta atau sekitar Rp 12,5 triliun. Proyek SGAR Phase 1 ini d itargetkan berproduksi mulai kuartal ketiga 2024 dan beroperasi dengan kapasitas penuh pada tahun 2025.

Nantinya, smelter ini memproduksi sekitar 1 juta ton alumina per tahun dengan bahan baku 3,3 juta ton bauksit per tahun.

Sebagian besar produk alumina dari SGAR phase 1 akan d ijadikan bahan baku utama untuk Smelter Aluminium Inalum yang berada di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, dengan kapasitas 275 ribu ton per tahun.*[]