Dirjen Minerba Ungkap Harga Nikel Terus Merosot

News123 Dilihat

JAKARTA, BN NASIONAL – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkap alasan harga komoditas nikel terus menurun.

Tri mengatakan, kondisi global saat ini Nikel mengalami kelebihan pasokan (oversuply) di pasar internasional (international market).

“Pointnya bisa jadi oversuplai bisa, bisa jadi. Memang faktanya ada over 350 ribu ton di international market,” kata Tri saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (6/5/2025).

Melihat dari grafiknya, Harga Mineral Acuan (HMA) nikel pernah menyentuh angka US$ 30.000 pada tahun 2022, kemudian mengalami penurunan sampai saat ini di angka US$15.000.

Menurutnya, harga komoditas nikel tidak dapat diprediksi oleh suplai dan demand saja, namun ada faktor sosialnya.

“Tapi memang harga itu unpredictable tidak hanya berdasarkan supply dan demand, tapi kondisi politik juga menentukan,” jelas Tri.

Baca juga  Kekuatannya dengan rilis Lego May

Faktor lainnya, adanya perang dagang yang terjadi antara Amerika dan China, yang membuat pertumbuhan industri di China menurun.

“Nikel ini kita tahu juga bahwa ekspor kita rata-rata ke China. Pada saat sekarang ini perang dagang antara China dan Amerik menyebabkan pertumbuhan untuk industri China agak menurun. Nah mungkin bisa jadi ada korelasinya,” ujar Tri.