JAKARTA, BN NASIONAL – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa hilirisasi dan kemandirian energi menjadi fokus utama Kementerian ESDM dalam mendukung program Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikannya dalam Forum Energi Mineral di Jakarta, Senin (26/5/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa dari empat prioritas utama Asta Cita, dua di antaranya merupakan tugas Kementerian ESDM, yakni hilirisasi dan kemandirian energi.
“Asta Cita Bapak Presiden Prabowo yang telah dicanangkan itu minimal ada empat yang menjadi prioritas. Yang pertama itu adalah terkait dengan kemandirian pangan, kemudian kemandirian energi, makanan bergizi, dan hilirisasi,” kata Bahlil.
Ia menyoroti keberhasilan hilirisasi nikel yang berhasil meningkatkan nilai ekspor secara signifikan. Pada 2017-2018, ekspor nikel tercatat sekitar USD 3,3 miliar. Angka tersebut melonjak menjadi hampir USD 40 miliar pada 2024.
Bahlil juga menyoroti kondisi lifting minyak nasional yang terus menurun. Ia menyebut angka lifting yang anjlok dari 1,5-1,6 juta barel per hari pada 1996-1997 menjadi hanya sekitar 580 ribu barel per hari pada 2024 sebagai hal yang patut dicurigai.
“Apa dengan penurunan lifting itu apakah memang kita sudah tidak punya sumber daya alam atau ini sengaja diturunkan agar impor terus? Menurut saya ini ada unsur kesengajaan by design,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian ESDM akan mengevaluasi dan mencabut izin Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak produktif, termasuk perusahaan besar yang telah lama memegang konsesi tanpa kemajuan produksi. Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam domestik, mendorong konversi LPG ke DiMetil Eter (DME) dari batubara, serta mempercepat pembangunan jaringan gas (jargas).
Di akhir pernyataannya, Bahlil mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam membangun kemandirian energi nasional.
“Energi adalah semangat, energi adalah kesediaan untuk bersama, energi adalah kepercayaan, energi adalah api dalam dada yang tidak boleh padam,” katanya.





