31.1 C
Jakarta

Hamas menyerukan agar para pemimpin Israel bertanggung jawab atas kejahatan penyiksaan terhadap tahanan

Published:

Gerakan Hamas menyerukan agar para pemimpin Israel bertanggung jawab atas tindakan kejahatan penyiksaan terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dan mendorong dengan segala cara agar mereka segera dibebaskan.

Hal ini disampaikan Hamas pada hari Rabu, bertepatan dengan Hari Internasional untuk Mendukung Korban Penyiksaan, yang dirayakan oleh PBB dan komunitas internasional.

Hamas mengindikasikan bahwa tahanan Palestina di penjara-penjara Israel telah menjadi sasaran bentuk balas dendam brutal yang paling buruk, termasuk kelaparan, penghinaan, pelecehan, pengabaian medis yang disengaja, perampasan makanan dan obat-obatan, mematahkan anggota tubuh tahanan, pembunuhan secara perlahan, dan eksekusi di lapangan.

Pernyataan tersebut mengungkapkan, jumlah syuhada yang tewas akibat penyiksaan di penjara-penjara Israel sejak dimulainya agresi genosida di Jalur Gaza pada 7 Oktober tahun lalu mencapai sekitar 60 tahanan, termasuk 40 tahanan dari Jalur Gaza.

Hamas menggarisbawahi bahwa kejahatan penyiksaan dilakukan sebagai bagian dari kebijakan hukuman Israel yang diterapkan terhadap tahanan Palestina.

Menyiksa tahanan merupakan pelanggaran terang-terangan dan ketidaktahuan terhadap semua konvensi, hukum, dan norma internasional, Hamas menambahkan.

Gerakan tersebut menyerukan tekanan internasional untuk mewajibkan Israel mengizinkan keluarga mereka mengunjungi kerabat mereka yang dipenjara, dan mengizinkan kunjungan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk memeriksa para tahanan dan memberi informasi tentang kondisi penahanan mereka.



Related articles

Recent articles

spot_img