Indonesia-Korea Selatan Jajaki Kerjasama Teknologi CCS/CCUS

JAKARTA, BN NASIONAL.

KEMENTRIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia bermitra dengan Korea Selatan untuk mengembangkan teknologi Carbon Capture and Storage/Utilization and Storage (CCS/CCUS) di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Teknologi ini d itujukan untuk menangkap dan menyimpan CO2 dari bahan bakar fosil dan limbah. Langkah ini mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Direktur Jenderal (Dir jen) Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menekankan pentingnya proyek ini dalam upaya pengurangan emisi.

“Kami bertujuan mengurangi emisi sebesar 231,2 juta ton CO2e pada 2025, hingga 1.043,8 juta ton pada 2050,” ujar Tutuka di ‘The 14th Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF)’ di Jakarta.

Saat ini, Indonesia mengerjakan 15 proyek CCS/CCUS yang tersebar luas dari Sumatera hingga Papua. Proyek-proyek ini d iperkirakan beroperasi pada tahun 2030 dengan investasi total sekitar USD 7,97 miliar.

Baca juga  Presiden Jokowi Menerima Penghargaan Global Citizen Award

Kementerian ESDM membuka diskusi dengan Korea Selatan untuk kerja sama CCS/CCUS dan transboundary karbon.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon di sektor migas.

Regulasi ini mencakup kegiatan penangkapan, transportasi, injeksi, penyimpanan, dan penggunaan CO2.

Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang CCS di luar kegiatan migas juga tengah d isiapkan. Perpres ini akan mengatur Perizinan Berusaha untuk Izin Eksplorasi & Izin Operasi Penyimpanan Karbon.

Regulasi pengangkutan CO2 lintas batas akan d inaungi dalam kerja sama antar pemerintah (G2G).

Kerja sama ini d iharapkan meningkatkan efisiensi dalam pengurangan emisi CO2, mendukung transisi energi berkelanjutan Indonesia. Langkah ini berperan penting dalam upaya global mitigasi perubahan iklim dan pencapaian NZE.