JAKARTA, BN NASIONAL – Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam transisi energi bersih dengan secara resmi meluncurkan Indonesia Energy Transition Facility (IETF).
Program kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Agence Française De Développement (AFD) ini akan mendukung percepatan transformasi energi melalui hibah senilai EUR 3 juta.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menegaskan bahwa transisi energi menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Fokus utama kami adalah memastikan ketahanan dan swasembada energi, sekaligus mengurangi emisi karbon untuk mendukung keberlanjutan energi nasional,” ujarnya dalam acara peluncuran IETF di Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Dadan mengungkapkan bahwa realisasi penurunan emisi gas rumah kaca di sektor energi pada 2024 mencapai 147,61 juta ton CO₂ ekuivalen, melampaui target awal 142 juta ton.
“Artinya, kita masih on track dalam upaya pengurangan emisi, dan kolaborasi dengan AFD ini akan semakin mempercepat transisi energi bersih di Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari roadmap transisi energi 2025-2034, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas listrik sebesar 71 gigawatt (GW), yang sebagian besar berasal dari energi terbarukan. Kemitraan dengan AFD mencakup berbagai aspek, termasuk:
- Penempatan Energy Technical Advisor di Kementerian ESDM
- Dukungan reformasi kebijakan energi bersih melalui skema Policy Based Loan (PBL) ASET
- Pengembangan hidrogen hijau sebagai sumber energi masa depan
- Penguatan kebijakan produksi bioenergi berkelanjutan
Selain itu, Indonesia juga mulai mengimplementasikan Carbon Capture Storage (CCS) sebagai teknologi untuk mengurangi emisi karbon dari sektor industri dan energi fosil. Dadan mengungkapkan bahwa potensi penyimpanan karbon Indonesia mencapai 500 gigaton, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia.
“Kita sudah punya regulasi, skema kerja sama, serta mekanisme penyimpanan CO₂. Ini akan menjadi game changer dalam upaya menekan emisi nasional,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, PT PLN (Persero) dan AFD juga menandatangani Joint Initiative of Energy Transition Cooperation in Indonesia. Kemitraan ini diharapkan dapat mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan mempercepat transformasi sistem energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Dengan kerja sama ini, kita tidak hanya bicara rencana, tapi benar-benar mengambil langkah nyata menuju transisi energi bersih,” jelas Dadan.





