Indonesia Miliki Target Produksi 1 Juta Barel Minyak di 2030, DEN: Ini Sangat Berat

JAKARTA, BN NASIONAL

Pemerintah Indonesia memiliki ambisi meningkatkan produksi minyak bumi hingga mencapai 1 juta barel pada tahun 2030, sebagai respons terhadap kebutuhan energi negara.

Dalam upaya mencapai target tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berfokus pada optimalisasi produksi di lapangan eksisting, percepatan transformasi sumber daya menjadi produksi dengan mengakselerasi pengembangan lapangan baru dan tertunda, serta memberikan insentif untuk kegiatan eksplorasi.

Upaya peningkatan cadangan dan produksi migas nasional juga melibatkan kegiatan eksplorasi, termasuk pelaksanaan program Komitmen Kerja Pasti untuk menemukan prospek dan lead baru, serta penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang memiliki potensi.

Namun, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, menyatakan bahwa program 1 juta barel tersebut adalah tantangan yang sulit d iwujudkan. “Minyak mentah kita memiliki target 1 juta barel, namun ini masih merupakan tantangan yang sangat berat,” ungkap Djoko dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja DEN Tahun 2023 di Gedung DEN pada Rabu (17/1/2024).

Baca juga  Bisnis PCR, Luhut Siap Diaudit dan Dipanggil KPK

Djoko juga memaparkan bahwa indikator impor energi dalam ketahanan energi Indonesia menunjukkan ketidakstabilan, dengan nilai rentan (coklat) dari aspek availability. Aspek accessibility untuk indikator penyediaan dan layanan gas bumi dan LPG juga mendapat nilai kuning.

Selain itu, aspek affordability untuk indikator disparitas harga energi, dan aspek acceptability untuk indikator intensitas energi juga masih mendapatkan nilai kuning.

“Ketahanan energi Indonesia saat ini berada di angka 6,64 melalui penghitungan availability, accessibility, affordability, dan acceptability,” tambah Djoko.

Ia menekankan bahwa Indonesia masih mengimpor LPG, minyak mentah, dan bensin. Program Net Zero Emission akan mencoba mengurangi impor bensin dengan mengadopsi kendaraan listrik dan menggantikan LPG dengan kompor listrik.(*)