JAKARTA, BN NASIONAL – INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela, LTD. (INPEX Masela), menegaskan komitmennya untuk merealisasikan Proyek LNG Abadi di Wilayah Kerja (WK) Masela.
Executive Project Director INPEX Masela, LTD., Jarrad Blinco, menyatakan bahwa Proyek Abadi merupakan proyek strategis yang sangat penting, baik bagi INPEX maupun Indonesia.
“Tentunya dengan sinergi bersama para mitra dan dukungan kuat dari Pemerintah melalui SKK Migas, INPEX bertekad untuk merealisasikan proyek ini agar dapat segera memasuki tahap produksi,” kata Jarrad dalam Joint Convention 2025, dikutip Rabu (9/7/2025).
Saat ini, proyek telah memasuki tahap akhir proses tender dan dalam waktu dekat akan memulai fase Front-End Engineering Design (FEED), yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan proyek tersebut.
Berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, proyek LNG Abadi menghadapi tantangan teknis yang signifikan, termasuk pembangunan pipa yang harus melintasi Palung Tanimbar dengan kedalaman lebih dari 1.500 meter.
“Fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) yang akan dibangun juga merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Jarrad.
Jarrad juga menyampaikan bahwa proyek ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal pengembangan.
“Pendekatan ini akan memainkan peran penting dalam mendukung target nasional dekarbonisasi Indonesia,” tegasnya.
Proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuefaksi LNG di darat dengan total kapasitas produksi 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD). INPEX mengelola Lapangan Gas Abadi dengan partisipasi 65%, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).





