JAKARTA, BN NASIONAL – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Memerintahkan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menyelesaikan perbaikan smelter barunya yang terbakar di Gresik beeberapa waktu lalu sampai semester I 2025.
Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Elen Setiadi mengatakan, pada semester I 2025 ini PTFI sudah harus melakukan ramp-up untuk smelternya.
“Iya, pokoknya selesai, awal ramp-up. Di awal Pokoknya semester I (2025) selesai,” kata Elen di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (3/1/2025).
Elen juga menjelaskan, saat proses ramp-up nantinya, PTFI mulai melakukan produksi sebanyak 40 persen dari kapasitas smelter yang dimiliki.
“Juli 40 persen,” ujarnya.
Diketahui, Smelter baru PT Freeport yang berlokasi di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi US$3,6 miliar dan memproduksi 1,7 juta ton tembaga.
Sebelumnya, Kementerian ESDM telah memberikan perpanjangan ekspor konsentrat tembaga untuk PTFI sampai 31 Desember 2024 melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 6 tahun 2024 tentang Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral Logam di Dalam Negeri.





